Perusahaan Energi Asal Prancis Tinggalkan Myanmar

20171130-tempat-penyimpanan-dan-unit-kilang-total-di-port-arthur-texas
Tempat penyimpanan dan unit kilang Total di Port Arthur, Texas, AS. Kamis, 30 November 2017.

maiwanews – Salah satu perusahaan energi asal Prancis, TotalEnergies, memutuskan meninggalkan Myanmar. Menyusul kudeta 1 Februari 2021 di bawah pimpinan Panglima Militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing, perusahaan itu memutuskan menghentikan semua proyek berjalan.

Dalam keterangan resminya hari Jumat (21/01/2022) di Paris, TotalEnergies menyatakan, meski proyek-proyek dihentikan, namum perusahaan tetap memproduksi gas dari ladang Yadana, karena penting untuk memasok listrik ke penduduk lokal Myanmar (Burma) dan Thailand.

Selain itu, perusahaan perlu melindungi karyawan dari risiko tuntutan pidana atau kerja paksa, serta sebisa mungkin membatasi aliran keuangan ke perusahaan minyak nasional MOGE (Myanmar Oil and Gas Enterprise -red). TotalEnergies mengaku belum bisa memenuhi harapan para pemangku kepentingan terkait aliran dana ke MOGE.

Pemegang saham, organisasi masyarakat sipil internasional dan Myanmar, menyerukan untuk menghentikan pendapatan ke negara Myanmar melalui perusahaan milik negara MOGE dari produksi lapangan Yadana. Padahal, secara material hal ini tidak mungkin bagi TotalEnergies, karena sebagian besar pembayaran penjualan gas dilakukan langsung oleh perusahaan Thailand PTT selaku pembeli.

TotalEnergies telah melakukan pendekatan kepada pihak berwenang Prancis untuk mempertimbangkan menerapkan sanksi dengan target membatasi semua aliran keuangan dari berbagai mitra ke rekening escrow (wasiat) tanpa menutup produksi gas. TotalEnergies belum mengidentifikasi cara apa pun untuk melakukannya.

“Sementara Perusahaan kami menganggap bahwa kehadirannya di suatu negara memungkinkannya untuk mempromosikan nilai-nilai dalam hal hak asasi manusia dan lebih umum lagi supremasi hukum”, demikian pernyataan perusahaan TotalEnergies.

Kondisi HAM (Hak Asasi Manusia) dan supremasi hukum di Myanmar dikatakan semakin memburuk sejak kudeta Februari 2021. Kondosi itu telah mendorong perusahaan untuk menilai kembali situasi dan tidak lagi memungkinkan TotalEnergies untuk memberikan kontribusi cukup positif di Myanmar.

Atas pertimbangan itu, TotalEnergies telah memutuskan untuk memulai proses kontraktual penarikan diri dari lapangan Yadana dan dari MGTC (Moattama Gas Transportation) di Myanmar, baik sebagai operator maupun sebagai pemegang saham, tanpa kompensasi finansial apa pun untuk TotalEnergies.

Penarikan ini telah diberitahukan hari Jumat (21/01//2022) kepada mitra TotalEnergies di Yadana dan MGTC dan akan efektif paling lambat pada akhir periode kontrak 6 bulan. Perjanjian juga menetapkan bahwa, dalam hal penarikan, kepentingan TotalEnergies akan dibagi antara mitra saat ini, kecuali jika mereka keberatan dengan alokasi tersebut, dan bahwa peran operator akan diambil alih oleh salah satu mitra.

Selama periode pemberitahuan ini, TotalEnergies akan terus bertindak sebagai operator, bertanggung jawab untuk memastikan kelangsungan pengiriman gas untuk kepentingan penduduk. TotalEnergies telah menunjukkan kepada mitranya kesediaannya untuk memudahkan transisi ke operator baru dan memfasilitasi transfer staf jika staf bersangkutan menginginkannya.

Tentang TotalEnergies di Myanmar

TotalEnergies telah menjadi mitra (31,24%) dan operator lapangan gas Yadana (Blok M5 dan M6) di Myanmar sejak tahun 1992, bersama mitranya Unocal-Chevron (28,26%), PTTEP (25,5%), anak perusahaan nasional Thailand perusahaan energi PTT, dan perusahaan milik negara Myanmar MOGE (15%).

Lapangan Yadana memproduksi sekitar 6 miliar meter kubik gas per tahun dimana sekitar 70% diekspor ke Thailand untuk dijual ke perusahaan nasional Thailand PTT dan 30% ke perusahaan nasional Myanmar MOGE untuk keperluan dalam negeri. Gas ini membantu menyediakan sekitar setengah dari listrik di Yangoon (ibukota Myanmar) dan memasok bagian Barat Thailand.

Gas diekspor ke Thailand melalui pipa, dioperasikan oleh MGTC, membawa gas dari ladang Yadana ke perbatasan Myanmar-Thailand, lebih dari 400 kilometer. Pemegang saham MGTC sama dengan mitra di bidang Yadana dan proporsinya jgua sama.

Tentang TotalEnergies

TotalEnergies adalah perusahaan multi-energi global, memproduksi dan memasarkan energi: minyak dan biofuel, gas alam dan gas hijau, serta energi terbarukan dan listrik. 105.000 karyawan TotalEnergies berkomitmen pada energi terjangkau, lebih bersih, lebih andal, dan dapat diakses oleh sebanyak mungkin orang.

Perusahaan TotalEnergies aktif di lebih dari 130 negara, TotalEnergies menempatkan pembangunan berkelanjutan di semua dimensinya sebagai inti dari proyek dan operasinya untuk berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat. (z)