
maiwanews – Pesawat tanpa awak EHang 184 siap dioperasikan untuk mengangkut penumpang di kota Dubai, satu dari tujuh emirat di Uni Emirat Arab (UEA). Pesawat penumpang nirawak diharapkan bisa beroperasi secara teratur mulai bulan Juli, demikian dilaporkan VoA Selasa 14 Februari.
Pesawat tanpa awak buatan Cina tersebut sudah terbang perdana di atas hotel pencakar langit Dubai, Burj al-Arab. Laman resmi EHang menyebutkan perusahaan pembuat EHang 184 memiliki kantor pusat di Guangzhou serta kantor cabang di California, Dusseldorf, Beijing, dan Shanghai.
Kepala Badan urusan Jalan dan Transportasi Dubai, Mattar al-Tayer, sebagimana dikutip VoA mengumumkan rencana mengoperasikan pesawat tanpa awak yang terbang secara teratur dari gedung World Government Summit.
Pesawat EHang 184 mampu mengangkut penumpang dengan berat mencapai 100 kilogram dan sebuah koper kecil berukuran maksimal 18 inci. Kapasitas baterai cukup untuk terbang selama setengah jam, jarak tempuh hingga 50 km, dan kecepatan maksimal 160 km per jam. Pengisian ulang baterai memakan waktu 1 sampai 4 jam.
EHang Autonomous Aerial Vehicle (AAV) mampu terbang hingga ketinggian maksimal 3.500 meter di atas permukaan laut, memiliki kabin setinggi 2.074 dan lebar 1.018 mm. EHang 184 memiliki empat kaki dan delapan baling-baling.
Pihak produsen mengkalim EHang 184 sebagai AAV paling aman, pintar, dan ramah lingkungan. Jika salah satu sistem tenaga berfungsi secara tidak normal, pesawat tetap bisa beroperasi dan terbang secara normal serta memastikan keamanan penumpang dan pesawat.
EHang 184 AAV dilegkapi sistem untuk mendeteksi kegagalan fungsi dari komponen, jika itu terjadi, pesawat segera mendarat di daratan terdekat. Dari sistem komunikasi, pesawat ini dilengkapi teknologi enkripsi, dan masing-masing unit pesawat memiliki kunci masing-masing terkait enkripsi dan dekripsi. (*)









