PKB Desak Foke Batalkan Pajak Warteg, Bukan Ditunda

marwan-jafarmaiwanews – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendesak kepada Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo atau yang biasa disapa Foke, membatalkan rencana pengenaan pajak 10 persen kepada warung Tegal (Warteg) yang beromzet Rp60 juta pertahun.

Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa, Marwan Jafar mengaku telah megetahui bahwa Foke telah memutuskan menunda menarik pajak bagi warteg. Tetapi menurut Marwan, penundaan saja dinilai belum cukup.

“Mestinya itu dibatalkan. Ini menunjukkan tidak memiliki sense of Rakyat Kecil,” kata Marwan Jafar di gedung DPR, Jakarta, Senin 6 Desember 2010.

Jika rencana pajak itu tidak dibatalkan, menurut Marwan, sebagai salah satu partai yang mengusung Foke menjadi Gubernur DKI, PKB mengancam akan mencabut dukungan bagi Fauzi Bowo dan tidak merekomendasikannya lagi untuk tidak dipilih pada periode berikutnya.

“Kalau memang sampai terjadi warteg dipajaki 10 persen. PKB akan mencabut dukungan kepada Fauzi Bowo,” kata anggota DPR dari daerah pemilihan (Dapil) Jawa Tengah III ini mengancam.

Sebelumnya diberitakan, Pemda DKI berencana mengenakan pajak 10 persen bagi warung Tegal yang memiliki omzet minimal Rp60 juta pertahun atau Rp170 ribu perhari. Rencana ini mendapat penolakan dari berbagai kalangan, karena dinilai akan memberatkan warga berpenghasilan kecil yang merupakan konsumen utama warteg.

Selain itu, implementasinya juga juga diprediksi akan bermasalah karena semua warteg tidak ada yang memiliki manajemen pencatatan penjualan sebagaimana restoran modern, sehingga dikhawatirkan akan menjadi ajang korupsi bagi para “Gayus Warteg’ .