PM Jepang Tinjau Rencana Penghentian PLTN Fukushima

maiwanews – Perdana Menteri (PM) Jepang, Shinzo Abe, akan meninjau rencana pemerintah sebelumnya untuk menghentikn operasi PLTN Fukushima secara bertahap. Pejabat-pejabat Jepang mengatakan PM Shinzo Abe memutuskan untuk segera mengunjungi PLTN setelah terpilih guna menunjukkan keseriusannya membangun kembali Fukushima.

Persinggahan pertamanya adalah bekas pusat pelatihan sepak bola, saat ini tempat tersebut menjadi markas para pekerja, mereka bertugas mengawasi PLTN Fukushima 1. PM Abe mengatakan kepada para pekerja bahwa ia memahami tugas mereka, menon-aktifkan PLTN itu merupakan tugas berat dan berterima kasih atas upaya-upaya mereka. Lebih lanjut dikatakan bahwa pemerintahannya akan mendukung usaha para pekerja itu sepenuhnya.

Dengan berpakaian pelindung dan masker penutup muka, Shinzo Abe kemudian pergi ke fasilitas Perusahaan Listrik Tokyo Electric, Fukushima, dimana tiga reaktor lumpuh setelah batang-batang bahan bakar nuklir meleleh ketika kawasan itu diguncang gempa. 11 Maret 2011 lalu gempa berkekuatan 9.0 skala Richter memicu terjadinya tsunami.

Di lokasi itu, PM Abe berkomentar bahwa pembersihan saat ini merupakan tantangan tidak terduga dalam sejarah manusia. Penon-aktifan fasilitas itu diperkirakan akan memerlukan waktu 40 tahun dan dana 15 milyar dolar. Angka tersebut belum termasuk biaya untuk membuang limbah radioaktif PLTN.

Radiasi PLTN Fukushima mengkontaminasi masyarakat dan lahan pertanian, puluhan ribu warga harus diungsikan, serta menghancurkan banyak mata pencarian mereka. Diperkirakan perlu waktu bertahun-tahun, kemungkinan beberapa puluh tahun, sebelum orang bisa kembali tinggal di sebagian besar kawasan itu.

Kemarahan publik menyebabkan pemerintah Jepang terdahulu berjanji untuk menghentikan ketergantungan negara itu pada PLTN sebelum tahun 2040. Partai Demokrat Jepang (DPJ), tersingkir dari kekuasaan dalam pemilu parlemen bulan ini. Kembalinya Shinzo Abe dan partai Demokrat Liberal mengisyaratkan kemungkinan pembatalan kebijakan DPJ itu.

PM Shinzo Abe dalam kunjungannya ke Fukushima menegaskan akan meninjau kebijakan itu dan menyampaikan perlunya kebijakan energi bertanggung jawab.

Seluruh fasilitas pembangkit listrik nuklir kecuali dua reaktor tidak difungsikan guna pemeriksaan keamanan. Hal itu menimbulkan keprihatinan apakah Jepang dengan hanya sedikit sumber daya alam bisa menyediakan listrik dalam jumlah memadai kalau tidak bergantung pada PLTN. Para penentang PLTN menyebut kurangnya standar-standar keamanan menyebabkan PLTN Fukushima mudah rusak apabila terjadi bencana alam. (aso/VoA)