Politisi PDI-P Terus “Menyerang” Jokowi dan Sejumlah Menteri

Rakernas-III-PDIP-2013-maiwanewsmaiwanews – Politisi PDI Perjuangan, Effendi Simbolon masih terus menyerang Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan sejumlah menteri di Kabinet Kerja.

Berkali-kali di berbagai kesempatan, Effendi melontarkan kritik tajam dan keras yang dialamatkan kepada Jokowi tak lama setelah mantan Walikota Solo itu mulai mengeksekusi program-programnnya termasuk ketika harga BBM dinaikkan.

Secara umum, kritikan keras kader partai berlambang Banteng Moncong Putih itu karena Jokowi dinilai telah melenceng dari arah politik dan cita-cita perjuangan PDI Perjuangan.

Menurut Effendi, meski Jokowi merupakan orang sederhana dan merakyat, pemerintahan saat ini telah melahirkan kebijakan yang liberal dan neolib.

Padahal kata Effendi, mazhab partai yang dipimpin oleh Megawati Soekarnoputri itu pada dasarnya adalah nasionalis. Buktinya kata dia, lahirlah nawacita, roh trisakti, dan juga revolusi mental.

“Orangnya (Jokowi) merakyat alakadarnya, tapi kok produk kebijakannya neolib,” kata Effendi digedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (5/2/2015).

Effendi menuding, orang-orang dekat Jokowi saat ini seperti Menteri BUMN Rini Soemarno dan Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto sebagai pihak yang menyebabkan pemerintah kebijakan yang liberal.

Bahkan lanjut anggota Komisi I DPR ini, keduanya sebenarnya merupakan orang kepercayaan Megawati Soekarnoputri, tetapi keduanya dinilai telah berkhianat pada PDIP dengan menjauhkan Jokowi dari PDI-P.

Politisi PDI-P lainnya, Masinton Pasaribu mengatakan hal senada. Manton bahkan secara gablang menuding kedua menteri ini sebagai agen asing.

Masintonpun mendesak agar keduanya diresuffle dari Kabinet Kerja. Menurut dia, jika keduanya tidak jadi menteri, pemerintahan akan berjalan efektif dan pesan-pesan presiden bisa sampai ke rakyat sekaligus harapan rakyat bisa sampai ke presiden.