Makassar – Presiden SBY hadir membuka Muktamar Nahdatul Ulama ke-32 yang berlangsung gedung Celebes Covention Centre (CCC) Tanjung Bunga Makassar, Selasa 23 Maret 2010.
Dalam sambutannya, SBY mengajak warga NU untuk tidak mudah tergoda dengan politik praktis. Menurut Presiden Republik Indonesia itu, politik NU adalah politik yang berada pada tatanan nilai-nilai luhur, mengedepankan kepentingan umat, dan menjunjung tinggi moralitas akhlakul karimah.
Nahdlatul Ulama terbukti adalah organisasi pendidikan, dakwah, dan sosial kemasyarakatan yang berhaluan ahlus sunnah wal jamaah. NU telah menjadi pelopor dalam membangun peradaban yang berbasis pada nilai-nilai ke-Islaman, sekaligus ke-Indonesia-an, kata SBY.
Sejumlah tokoh hadir dalam pembukaan Muktamar tersebut seperti Mantan Wapres Yusuf Kalla, Menko Eokonomi Hatta Rajasa, Menko Polkam Joko Suyanto, Mendiknas Muhammad Nuh, Ketua Umum Golkar Abirizal Bakri, Panglima TNI, Kepala BIN, Duta Besar Negara Islam, dan sejumlah Ulama dari luar negeri.
Muktamar organisasi Islam terbesar Indonesia yang akan berlangsung enam hari yakni 22 hingga 27 Maret 2010 ini diperkirakan dihadiri 20 ribu warga Nahdiyin dari seluruh Nusantara.
Sebanyak 544 pemilik suara dari 33 PWNU akan memilih ketua umum NU. Diperkirakan 5 calon akan maju setelah bakal calon mampu meraih sedikitnya 90 dukungan suara pada pemilihan pertama.
Sejumlah nama seperti Salahuddin Wahin, Said Agil Siradj, Slamet Effendy Yusuf, Ahmad Bagja, Masdar Farid Mas’udi, dan Uli Absar Abdala disebut-sebut akan turut meramaikan pemilihan ketua umum NU.









