maiwanews – Proyek pembangunan monorel di Jakarta sebelumnya macet, diperkirakan berjalan kembali. Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto menyatakan, pendanaan yang sebelumnya ditanggung penuh swasta itu, akan diambil alih oleh pemerintah pusat dan pemerintah DKI.
Namun tidak sepenuhnya biaya ditanggung pemerintah. Menurut Prijanto, beberapa bagian salah satu moda transportasi massal itu, tetap akan ditanggung oleh pihak swasta.
“Monorel sebenarnya sudah ada kesepakatan yaitu pembangunan infrastrukturnya Rp2,52 triliun yang ditanggung DKI dan pusat. Sedangkan komponennya termasuk rel Rp1,9 triliun oleh swasta,” kata Prijanto di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Rabu, 2 Maret 2011.
Seperti diketahui, Monorel adalah proyek raksasa yang sudah dianggap gagal. Sejumlah tiang beton yang membelah beberapa ruas jalan utama di Jakarta seperti JL HR Rasuna Said terlihat hanya selesai separuh lalu ditinggal sejak beberapa tahun lalu.
Bahkan di belakang gedung DPR Senayan, tiang monorel yang berukuran cukup besar itu, menyita sebagian jalan yang mengakibatkan jalan menyempit sehingga macet tak terhindarkan.
Pembangunan monorel mulai dirancang pada tahun 2003. pada tahun 2004, pembangunan fisik mulai dilaksanakan. Kenyataannya, pembangunan terhenti sejak 2007 lalu karena PT Jakarta Monorel, selaku pelaksana tidak mampu mendapatkan dana.
Porsche Pertahankan Tren Positif Jelang E-Prix Shanghai
Arus Balik Lebaran, Korlantas Akan Terapkan 'One Way' Lokal & Nasional
Menhan AS-Korsel Bahas Pertahanan Gabungan Kedua Negara
Pj Sekda Irwan Adnan Paparkan Rancangan APBD Makassar 2025
Pj. Gubernur Heru Harapkan Pelajar di Jakarta Waspada dan Berdaya Hindari Penyalahgunaan Narkoba









