PSD Sidoarjo Cium Kejanggalan di Pengadaan Buku dan Alat Peraga

maiwanews – Kelompok Studi Delta (KSD), Sidoarjo mencium adanya kejanggalan dalam pengadaan buku dan alat peraga pendidikan serta peralatan TIK (Teknologi Informasi Komputer) untuk sekolah-sekolah di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Ketua KSD, Cahyo Putro mengatakan, kejanggalan itu salah satunya terlihat pada pengadaan alat peraga pendidikan dengan menggunakan produk dari perusahaan yang sedang bermasalah secara hukum.

Cahyo menjelaskann, sebuah perusahaan yang ditunjuk dalam pengadaan itu, direkturnya sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung karena dugaan korupsi pada pengadaan alat peraga pendidikan di sebuah kementrian.

Kejanggalan lain kata Cahyo, terlihat dari upaya membatasi penyedia barang dari pihak tertentu saja. Tudingan Cahyo itu terlihat pada susunan jumlah dan judul buku yang diminta oleh dinas pendidikan pada dokumen pengadaan tidak sesuai dengan kurikulum serta tidak sesuai dengan ketentuan kementrian pendidikan.

Alhasil lanjut dia, dengan pembatasan penyedia hanya pihak tertentu saja, maka buku untuk SD dan SMP yang ditawarkan dan dikirim oleh penyedia barang, banyak yang lebih cocok untuk bacaan anak SMA/SMK dan dewasa.

Untuk menghindari agar tidak berurusan dengan aparat hukum karena dugaan korupsi jelas Cahyo, KSD mengingatkan kepada pemerintah kabupaten Sidoarjo khususnya dinas pendidikan agar lebih hati-hati dalam melakukan proses pengadaan tersebut.

Mungkin untuk mengurangi korupsi, pungli, gratifikasi dll yang seolah sudah menjadi budaya itu perlu, waktu. Akan tetapi setidaknya jika hal ini belum bisa dihindari,” kata Cahyo Putro seperti disampaikan Bambang Tribuono dari Jaringan Anti Korupsi, Rabu (4/12/2014).

Cahyo menyayangkan jika dana cukup besar besar yang digelontorkan pemerintah melalui kementrian pendidikan, digunakan untuk membeli barang-barang yang ternyata tidak sesuai dan tidak bisa digunakan sebagaimana mestinya.

Cahyo mengingatkan agar anggaran negara yang diperoleh dari pajak itu tidak semata-mata dinilai sebuah proyek yang bisa memberi keuntungan tambahan diluar gaji. Uang rakyat itu kata dia, adalah amanah untuk memajukan pendidikan generasi penerus.

Berdasarkan data PSD kata Cahyo, tahun 2014 ini, dinas pendidikan kabupaten Sidoarjo melaksanakan kegiatan pengadaan yakni pengadaan alat olahraga SD senilai Rp. 2,11 milyar, TIK senilai Rp. 4,02 milyar, TIK senilai Rp. 2,42 milyar, buku perpustakaan SMP senilai Rp. 3,65 milyar, alat peraga SD senilai Rp. 5,63 milyar, buku perpustakaan SD senilai Rp. 8,47 milyar, dan alat laboratorium IPA SD senilai Rp. 1,27 milyar.