PT SG Dituding Abaikan Lingkungan dan Kerap Ingkar Janji

tuban-miningTUBAN – Komitmen PT Semen Gresik (PT SG) peduli terhadap lingkungan sekitarnya tak pernah direalisasikan makisimal.

“Seperti yang terjadi di Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Tuban beberapa waktu lalu yang diguyur debu dari silo pabrik yang berjarak hanya beberapa meter dari lokasi. Dari kejadian yang kerap terjadi sepanjang tahun ini, menejemen PT SG hanya memberikan santunan sesaat,” kata Ketua LSM Manggala Reksha Bumi, Sarmuji, di Tuban, Rabu (22/06/2011).

Menurut Sarmuji, beban berat masyarakat akibat polusi yang ditimbungan polusi PT SG, bukan hanya di Desa Socorejo saja, tapi juga desa-desa lain di ring utama pabrik di Kecamatan Merakurak dan Kecamatan Kerek, seperti terabaikan dan tak pernah ada solusi konkrit.

Berdasar data yang dikumpulkan LSM Manggala Reksha Bumi, PT SG kerap ingkar janji atas kesepakatan yang dibuat dengan warga.

Disebutkan Sarmuji, korban ‘hujan’ abu di Desa Socorejo tuntutannya belum dipenuhi oleh PT SG.

“Ketika terjadi insiden hujan abu di Desa Socorejo, menejemen PT SG memang sempat terusik. Panik sesaat, tapi setelah itu mereda. Hal seperti ini telah terjadi berulang-ulang,” tandas Sarmuji yang bersama sejumlah aktifis lainnya menegaskan akan tetap mengkritisi setiap insiden terutama menyangkut lingkungan, terutama yang ditimbulkan PT SG. (LEA)