Putin-Raisi Gelar Pertemuan di Moskow, Rusia

20220120-vladimir-putin-ebrahim-raisi
Presiden Rusia Vladimir Putin (paling kiri) dan Presiden Iran Ebrahim Raisi (paling kanan) gelar pertemuan di Moskow, Rusia. Rabu, 19 Januari 2022.

maiwanews – Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Iran Ebrahim Raisi menggelar pertemuan di Moskow, Rusia. Keduanya membahas berbagai masalah hubungan bilateral, isu internasional dan regional, serta masalah penerapan Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (Joint Comprehensive Plan of Action/JCPOA) pada program nuklir Iran.

Presiden Putin pada pertemuan hari Rabu (19/01/2022) itu menyampaikan, kedua negara meningkatkan perdagangan, jumlahnya tidak besar, lebih dari 6 persen, tetapi masih merupakan peningkatan. Tahun lalu, perdagangan Rusia-Iran tumbuh lebih dari 38 persen. Saat ini sedang dilaksanakan proyek-proyek besar di banyak daerah.

Rusia dan Iran menjalin kerja sama erat di arena internasional, Presiden Putin menyebut bantuan terhadap pemerintah Suriah sangat berarti dalam mengatasi ancaman terkait terorisme internasional. Kerja sama internasional kedua negara juga dilakukan di Afghanistan. “Saya ingin mendiskusikan semua masalah ini dengan Anda dan mendengar posisi Anda dalam masalah ini”, kata Presiden Putin kepada Presiden Raisi.

Presiden Raisi pada kesempatannya menyampaikan, dalam politik luar negeri, kehendak Iran adalah kerjasama penuh dengan negara-negara, khususnya negara tetangga. Adapun hubungan persahabatan dengan Federasi Rusia diharap dapat berkelanjutan dan komprehensif.

“Kita dapat mengembangkan hubungan kita di bidang ekonomi, perdagangan, politik, budaya, dan semua bidang lain selagi bermanfaat bagi kedua negara dan kedua bangsa kita. Jadi, kita dapat mengembangkan dan memperluas kerja sama bilateral di semua bidang ini”, ungkap Presiden Raisi.

Kami di Republik Islam Iran tidak memiliki batasan untuk mengembangkan dan memperluas hubungan bersahabat dengan Rusia, dan hubungan ini akan menjadi strategis. Oleh karena itu, hubungan ini tidak akan bersifat jangka pendek atau situasional, melainkan akan permanen dan strategis.

Terkait Suriah, Presiden Raisi mengungkapkan, Iran memiliki pengalaman sangat baik dengan Federasi Rusia di negara itu. “Kita dapat menggunakan pengalaman positif ini di banyak bidang lain”, ujar Presiden Raisi.

Menyinggung sanksi Barat, Presiden Raisi menekankan, dalam kondisi luar biasa saat ini ketika sedang menghadapi tindakan sepihak oleh Barat, termasuk Amerika Serikat (AS), kedua negara dapat menciptakan sinergi dalam kerja sama. (Kremlin/hiu)