Bojonegoro – Ratusan warga desa Campurejo mengadang Pemasangan pipa kontruksi menuju lepas pantai Tuban dari sumur pad A Desa Campurejo, Kecamatan Kota Bojonegoro setempat, pasalnya . Ratusan warga Desa Sambiroto menolak pemasangan pipa sepanjang 11 km dilanjutkan sebelum ada kompensasi dari investor. Selain itu tuntutan warga juga belum terpenuhi diantaranya soal perbaikan jalan dan rekrutmen tenaga kerja.” Selama petro cina disini jalan kami rusak dan belum di perbaikai mas,dan janji mereka yang akan merekrut warga ternyata bohong” ungkap salah satu warga denga nada kesal.
Aksi ratusan warga itu berlangsung sejak pukul sebenarnya sudah mulai hari Senin kemarin, 09.00 WIB. Mereka menyegel kendaraan berat diluar pengeboran. Warga juga membawa spanduk kertas berisi tuntutan mereka. Namun aksi demo pagi tidak mendapat respon dari pihak Join Operating Body Pertaminan Petrocina East Java (JOB PPEJ). salah satu warga mengatakan kedatangan warga ingin menagih janji JOB PPEJ. Namun sepertinya warga salah sasaran karena tanggung jawab pemasangan pipa adalah sub kontraktor PT Alam Bersemi Sentosa.”seharusnya aspirasi warga ini bukan ke kami ,kami hanya sub kontraktor disini ‘ungkap Suroso petugas dilapangan ,dia meminta pada JOB untuk segera memenuhi permintaan warga, selama ini warga sudah bosan atas janji janji Pertocina yang tiap pertemuan selalu memberikan janji pada masyarakat, “saya sebagai warga yang dekat petro cina juga sangan di rugikan mas, pipa yang mengarah ke tempat saya juga belum jelas pembayaranya , “ungkap Agung warga disekitar loikasi pengeboran.
Sementara itu staf Government Relation JOB PPEJ Catur susilo mengungkapkan pemasangan pipa tersebut bukan menjadi tanggung jawab perusahannya. “Kalau memang ingin menyampaikan tuntutan, seharusnya kepada subkontraktor,” katanya di Handphone genggamnya, Minggu pagi, 16/01/2011. Di sisi lain untuk pemasangan pipa tidak ada kompensasi karena tidak berdampak apa-apa.,pernyataan inilah yang membuat warga semakin marah,warga merasa diombang ambingkan oleh putusan JOB.
Kegusaran warga di ungkapkan dengan menyegelnya kendaraan berat di luar pengeboran. Warga juga membawa spanduk Kain spanduk diantaranya bertuliskan “Jangan cuma janji-janji”warga membubarkan diri. Rencananya mereka akan kembali dilanjutkan untuk bertemu dengan subkontraktor. Pendemo meninggalkan kain berukuran 2×3 meter untuk menutup alat berat yang digunakan mengeruk tanah.
Aksi demo yang dilakuka warga itu mendapat pengawalan aparat kepolisian.dari polres Bojonegoro dan Polsek kota setemapat, Namun karena belum ada kejelasan akirnya wargapun membubarkan diri. memet
Ratas di Hambalang, Presiden Prabowo Bahas Aspirasi Pekerja
76 Personel Gabungan Cari Korban Banjir Bandang di Pegunungan Arfak
Menlu Rusia Sebut Warga Sipil Jadi Korban Serangan Ukraina
Maruarar Laporkan Perkembangan Wisma Atlet ke Presiden
Prabowo dan Airlangga Bahas Perkembangan Ekonomi Nasional









