Rektor IPDN Minta Maaf Kepada Masyarakat Sunda

ipdn-jatinangormaiwanews – Rektor Institut Pemerintahan Dalam negeri (IPDN) I Nyoman Sumaryadi meminta maaf kepada masyarakat Sunda atas apa yang telah diucapkannya di kampus IPDN yang dianggap menyinggung warga Sunda.

“Saya minta maaf. Kalau ternyata apa yang saya sampaikan waktu itu diterima persepsinya salah, saya minta maaf,” kata Nyoman usai pertemuan di hadapan wartawan di Hotel Puri Khatulistiwa, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Minggu 16 Januari 2011 malam.

Dalam pertemuan dengan perwakilan masyarakat sunda itu, Nyoman berlulang kali mengucapkan permintaan maafnya. Nyoman mengatakan, dirinya sama sekali tidak bermaksud menghina masyarakat sunda.

Bahkan, ia bersumpah di hadapan warga yang hadir bahwa ia sama sekali tidak berniat menyulut konflik. Dikatakan Nyoman, keluarga besarnya banyak terdiri dari orang sunda, sehingga tidak mungkin dirinya melecehkan orang sunda.

Nyoman kembali menceritakan, saat apel pagi Rabu (12/1/2011) lalu, ia mengaku hanya meminjam istilah orang sunda berkenaan dengan banyaknya kasus pencurian di IPDN akhir-akhir ini. Dalam pandangannya, orang sunda penuh dengan landasan kearifan lokal, tutur katanya lembut, sampai-sampai maling pun tidak ditegur.

Dalam pertemuan yang berlangsung tertutup tersebut, hadir di antaranya Sekjen Kementerian Dalam Negeri Diah Anggraeni, Kapolres Sumedang AKBP Nurulah, dan sekitar 100 perwakilan masyarakat sunda dari berbagai elemen.