Indonesia dan Chile perlu mengembangkan dan meningkatkan hubungan kerjasama bilateral kedua negara. Untuk itu perlu diambil langkah koordinasi secara intensif oleh para pemangku kepentingan baik pemerintah maupun non pemerintah serta Kedutaan Besar Republik Indonesia di Santiago.
Salah satu langkah mendesak itu adalah meningkatkan sosialisasi mengenai Chile di Indonesia dan mengenai Indonesia di Chile. Pemangku kepentingan di Indonesia diharap dapat melakukan identifikasi terhadap hambatan dan tantangan untuk kemudian menghasilkan suatu peluang.
Hal tersebut mengemuka dalam pembahasan Roundtable Discussion Peningkatan Hubungan Bilateral Indonesia dan Chile di Ruang Nusantara, Kemlu 9 Februari 2011.
Dalam bidang perdagangan kedua negara selama kurun waktu 5 tahun terakhir, Indonesia mengalami defisit. Pada periode Januari-November 2010 nilai perdagangan kedua negara tercatat sebesar US$ 481.506.600. Ekspor Indonesia ke Chile adalah sebesar US$ 179.258.600 dan impor Indonesia dari Chile adalah US$ 302.248.000. Defisit bagi Indonesia sebesar US$ 122.989.400.
Komoditi perdagangan kedua negara diantaranya adalah furnitur, kerajinan tangan, rumput laut, komponen otomotif, kakao, alat-alat listrik, palm oil, rubber. Pemerintah Indonesia sedang mempertimbangkan keinginan Chile untuk memulai proses negosiasi pembentukan Free Trade Agreement (FTA).
Indonesia dan Chile juga dapat mengembangkan kerjasama bidang pendidikan dan kedokteran. Kedua bidang ini menjadi keunggulan Chile. Selain itu, juga dapat dijajaki kerjasama dalam hal penanggulangan bencana alam dan pariwisata.
Kegiatan diseminasi informasi dibuka oleh Direktur Amerika Selatan dan Karibia, Prayono Atiyanto, menghadirkan Dubes RI untuk Republik Chile, Dr. Aloysius L. Madja sebagai pembicara/nara sumber. Kegiatan ini dihadiri oleh wakil-wakil dari kalangan Pemerintah (Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Perindustrian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian ESDM, Kementerian Luar Negeri, BKPM) dan kalangan non-Pemerintah (KADIN, HIPPMI, Mustika Ratu, Asosiasi Rumput Laut Indonesia, Asosiasi Pertambangan dan Batu Bara Indonesia). (Dit.Amselkar/ed.Yo2k/Kemlu)









