RIM Diminta Tak Persulit Pelacakan Korupsi di Indonesia

Febri Diansyahmaiwanews – Research in Motion (RIM) diminta tidak mempersulit upaya pelacakan jejak kasus korupsi di Indonesia. Karena itu, produsen Balckberry itu diharapkan mau membangun data server di Indonesia.

“Untuk pemberantasan korupsi sepatutnya RIM memberikan akses pada pemerintah Indonesia, khususnya institusi penegak hukum seperti KPK,” kata peneliti hukum ICW, Febri Diansyah di Jakarta, Sabtu, 4 September 2010.

Apalagi kata Febri, tim dari KPK sudah berkunjung markas RIM di Waterloo, Kanada. Pihak RIM, KPK, dan Kominfo juga telah membentuk tim gabungan untuk membahas pendirian data server itu.

“Tentu kerjasama itu sangat diharapkan untuk mengungkap kejahatan luar biasa seperti korupsi dan terorisme,” kata Febri.

Kepentingan bisa membuka data RIM tersebut, tentu guna kepentingan publik. Karenanya, neburut Febri, Indonesia harus serius meminta agar RIM mau membangun pusat data server tersebut di Indonesia.

Permintaan membuka akses Blackberry messenger ini mengingat penggunaan fasilitas itu sulit dilacak penegak hukum karena servernya berada di Kanada. Ditengarai, para pelaku korupsi tak terlacak karena kondisi itu.