
maiwanews – Tim teknik Angkatan Darat Rusia mencari ranjau dan perangkap lainnya untuk dinonaktifkan.
Jika belum meledak atau masih aktif, jebakan, ranjau, dan bahan peledak lainnya coba dinetralkan di tempat. Jika tidak memungkinkan, perangkap-perangkap itu dibawa ke tempat khusus untuk dihancurkan.
Selama bulan ini, tim teknik telah menetralkan setidaknya 1.500 obyek peledak di wilayah tersebut. Demikian bunyi pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia, Minggu, 11 Februari 2024, waktu Indonesia.
Dalam menjalankan tugasnya, tim teknik militer dibantu oleh drone darat. Perangkat nirawak ini dikembangkan dan diserahkan kepada unit oleh sukarelawan dari wilayah Belgorod.
Penggunaan perangkat nirawak diperlukan untuk wilayah sulit terjangkau. Perangkat nirawak ini dikendalikan dari jarak jauh. Penggunaannya membantu menyelamatkan nyawa personel. (z/Kemenhan Rusia)
Dunia Akui Ketahanan Pangan Indonesia, Kata Prabowo
Prabowo Hadiri peringatan Hardiknas 2025 dan Peluncuran PHTC di SDN Cimahpar 5
Kapolri Pastikan Keamanan dan Pelayanan Optimal pada 'May Day Fiesta' di Monas
Amran Sulaiman Laporkan Produksi dan Serapan Beras Nasional ke Presiden
Appi Beberkan Rencana Pembangunan Stadion Hingga Keselamatan Transporasi









