
maiwanews – Hari Kamis lalu dilaporkan bahwa Rusia menjual sistem pertahanan udara, rudal S-400 Triumf ke Cina. Beijing berniat untuk membeli setidaknya enam divisi sistem rudal senilai lebih dari tiga miliar dolar, surat kabar Vedomosti melaporkan. Namun perwakilan dari Dinas Federal untuk Kerjasama Teknik Militer membantah informasi tersebut.
Ahli militer Cina, Li Jie, dalam sebuah wawancara dengan Harian Rakyat mengatakan “S-400 dapat dengan cepat meningkatkan pertahanan udara dan rudal kami dan memastikan penyerapan cepat dari teknologi terkait.” Ia menambahkan, S-400 adalah sistem peluncuran vertikal, mereka mampu menyerang sasaran apapun ke segala arah, termasuk pesawat dan rudal. Lebih penting lagi, S-400 sangat cocok untuk operasi intersepsi dengan gangguan elektronik, ini keuntungan penting dalam perang di masa depan.
Pada musim semi 2014, Kommersant melaporkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin mengizinkan pengiriman sistem S-400 Triumf ke Cina. Musim panas ini, kepala administrasi kepresidenan, Sergei Ivanov, mengatakan bahwa Cina akan menjadi negara asing pertama penerima sistem S-400, ia menyebutkan pengiriman dimulai pada tahun 2016.
Resimen rudal S-400 pertama ditempatkan di wilayah Moskow pada tahun 2007. Menyusul kemudian di wilayah Kaliningrad. Pada tahun 2010, Cina membeli 15 sistem rudal anti-pesawat S-300 multi-channel dari Rusia. Namun, rudal-rudal S-30 tidak memiliki kontrol atas langit di atas Taiwan, S-400 bisa melakukannya. (m011/Pravda | Foto: S-400 Triumf SAM oleh UMNICK)









