maiwanews – Rusia menyatakan tidak terlibat dalam konflik bersenjata di Suriah. Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia, Sergey Lavrov, dikutip Russia Today 28 November 2012, menekankan bahwa Moskow tidak berniat mendukung salah satu kekuatan politik. Kerjasama militer dan teknologi di kawasan dilakukan untuk menciptakan stabilitas di Timur Tengah.
Menlu Lavrov mengatakan bahwa bagi Rusia, rakyat Suriah berhak untuk menyelesaikan konflik internal mereka. Rusia melakukan uaya-upaya secara maksimal untuk menghentikan pertumpahan darah dan membawa pihak bertikai ke meja perundingan agar mereka bisa mencapai kesepakatan tentang bagaimana pengelolaan sistem politik negara di masa depan.
Rusia hanya sebatas mengikuti perkembangan upaya gencatan senjata di Suriah sebagaimana telah disepakati beberapa pemimpin negara dalam Komunike PBB di Jenewa pada bulan Juli lalu. Dalam rangka mengupayakan mewujudkan kesepakatan tersebut, Rusia terus melakukan pendekatan dengan pihak pemerintah dan kelompok pemberontak. Semua “pemain eksternal” juga diharapkan mendorong kedua belah pihak di Suriah untuk mematuhi Komunike PBB.
Sebelumnya, Perdana Menteri (PM) Rusia, Dmitry medvedev, menekankan pihaknya tidak berencana mendukung Presiden Suriah, Bashar Al Assad dalam situasi apapun.Rusia tidak memiliki hubungan khusus dengan Presiden Assad sebagaimana hubungan Presiden Assad dengan Uni Sovyet i masa lalu. Pernyataan Pm Medvedev disampaikan dalam konferensi pers saat menghadiri perteun dengan Perdana Menteri Perancis, Jean-Marc Ayrault, di Paris hari Selasa. (aso/RT)









