
maiwanews – Militer Ukraina menyebut Rusia menembakkan setidaknya 7 rudal ke Pelabuhan Laut Hitam Odesa. Rudal-rudal ke sejumlah sasaran itu menghantam pusat perbelanjaan dan sebuah gedung. Akibat serangan tersebut, satu orang dilaporkan tewas, lima lainnya cedera.
Seorang pejabat Ukraina dalam pernyataannya mengatakan serangan rudal oleh tentara Rusia pada hari Selasa (10/05/2022) dilakukan sebagai upaya Moskow mengganggu distribusi senjata saat memasuki pekan ke-11 perang Rusia-Ukraina. VOA melaporkan Rabu (10/05/2022).
Wali Kota Gennady Trukhanov dalam pernyataannya mengaku telah mengunjungi gedung korban serangan rudal militer Rusia. Ia menegaskan bahwa bangunan itu tidak menunjukkan sebagai infrastruktur atau obyek militer.
Pihak Ukraina mengatakan, serangan ke Odesa menggunakan amunisi peninggalan era Soviet, hal itu menyebabkan tingkat akurasi penargetan tidak bisa diandalkan. Namun lembaga kajian Ukraina, Center for Defense Strategies, mengatakan serangan militer Rusia ke Odesa menggunakan beberapa senjata tepat sasaran.
Senjata itu diidentifikasi merupakan rudal hipersonik Kinzhal. Rudal ini diluncurkan ke udara dan menarget permukaan. Namun juru bicara Pentagon John Kirby mengatakan kepada wartawan bahwa ia tidak melihat adanya bukti untuk dibahas terkait tembakan rudal hipersonik ke Odesa.
Kirby mengklaim serangan itu tidak berdampak atas aliran dan pengiriman material ke Ukraina. Demikian pula serangan ke wilayah lain, tidak mempengaruhi distribusi bantuan. (z)
Prabowo Tegaskan Komitmen Penguatan Kemitraan Indonesia–Thailand
Prabowo dan Hun Sen Bahas Perdamaian Kawasan di Istana Merdeka
Ledakan Dahsyat di Pelabuhan Shahid Rajaei Iran Tewaskan 25 Orang
Operasi SAR Sisir Daratan dalam Pencarian Iptu Tomi Samuel Marbun
Prajurit Lantamal VI Makassar Selamatkan penumpang di Area Pelabuhan kapal Makassar









