maiwanews – Kapolres dan Kapolsek diminta bertanggungjawab atas kerusuhan di Kelurahan Biau, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah (Sulteng) telah mengakibatkan sejumlah warga sipil tewas dan puluhan luka-luka.
“Kapolres dan Kapolsek minimal harus bertanggung jawab,” ujar Kadiv Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Iskandar Hasan usai jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Rabu, 1 September 2010.
Tingkatan pejabat kepolisian yang harus bertanggungjawab bisa lebih tinggi dari itu, tergantung dengan pelaksanaan prosedur standar operasi yang ada di kepolisian RI.
Iskandar menjelaskan, jika dari bawahan sudah melaporkan kerusuhan ini kepada atasannya yakni Kapolda Sulteng, dan atasannya tidak merespons, maka Kapolda juga akan dimintai pertanggungjawabannya.
Kapolri, lanjut Iskandar, telah menerjunkan tim yang pimpinan Wakapolri Komjen Pol Jusuf Manggbarani untuk melakukan investigasi. Apabila ditemukan pelanggaran, maka para anggota polri yang salah akan diberikan tindakan tegas.
Tim tersebut, lanjutnya, juga akan mengusut prosedur penggunaan senjata dengan peluru tajam. Jika ditemukan tindakan di luar ketentuan, maka akan ada sanksi yang dijatuhkan. “Karena sebutir peluru pun harus dipertanggungjawabkan,” kata Iskandar.
Dipicu tewasnya seorang tahanan bernama Kashmir (19), ratusan bahkan ada yang menyebut ribuan warga Biau, pada Selasa, 31 Agustus 2010 malam melakukan penyerangan ke kantor Polsek Biau.
Kasmir ditahan polisi karena peristiwa kecelakaan lalu lintas yang melibatkan tukang ojek itu dengan seorang anggota polisi. Tak lama, Kasmir kemudian diketahui meninggal di tahanan.
Akibat penyerangan tersebut, polisi setempat melakukan pembelaan diri yang mengakibatkan 5 orang warga tewas yakni, Arfan Salatea, Ridwa, Ling, Amran, satu korban lagi belum jelas identitasnya.
Diperoleh laporan lain, terdapat 8 warga tewas, 32 mengalami luka kena tembak, dan 7Â mengalami kritis. Pada siang tadi, Rabu, 1 Agustus 2010, juga dikabarkan terjadi lagi aksi penyerangan dengan melempar batu dan benda keras lainnya.
Namun saat ini, kondisi di Biau sendiri dikabarkan telah kondusif. Polisi dibantu muspida setempat telah melakukan diskusi dengan warga setempat untuk mecari solusi damai. Sejumlah aparat dari Brimob Sulteng dibantu TNI diturunkan.









