Serangan Drone Tingkatkan Terorisme di Pakistan

uav-dronemaiwanews – Serangan pesawat tanpa awak Drone mendorong terjadinya peningkatan teroris di Pakistan. Mantan perwira Angkatan Udara Pakistan Sultan M. Hali dalam sebuah perbincangan dengan jurnalis Russia Today menjelaskan efek serangan Drone terhadap negara tersebut.

Hali menggambarkan situasi di Pakistan benar-benar buruk akibat serangan Drone Amerika Serikat selama beberapa tahun. Teroris lebih mudah merekrut orang-orang yang ditinggal mati keluarganya, itulah penyebabnya mengapa terorisme di Pakistan bisa menyebar.

Ketika dimintai komentar tentang pernyataan Washington bahwa serangan Drone hanya menyebabkan kerusakan kecil, Hali mengatakan dirinya tidak setuju. Menurutnya banyak fakta tidak terungkap, Sekjen PBB Ban Ki-Moon pernah ke Pakistan dan dia mengatakan penggunaan Drone untuk agresi merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional.

Jajak pendapat oleh Ben Emmerson juga menunjukkan angka dan fakta bahwa serangan Drone berdampak buruk begi kehidupan di Pakistan. Selain itu, seorang informan PBB untuk urusan pembunuhan dan eksekusi diluar hukum, Professor Christof Heyns, menunjukkan bahwa penggunaan Drone merupakan penyalahgunaan teknologi sehingga harus dihentikan.

Hali menambahkan, Malala Yousafzai, seorang remaja yang menjadi target Taliban menyampaikan pada Presiden Amerika Serikat Barack Obama saat mereka bertemu bahwa serangan Drone harus dihentikan karena telah menyebabkan bertambahnya terorisme di Pakistan.

“Menurut Saya Amerika Serikat harus melihat dengan jernih, dan mereka harus bertanggung jawab”, ungkap Hali. Ia khawatir jika washington tidak segera mengambil tindakan, maka peningkatan jumlah teroris akan terus berlanjut, dan kegiatan terorisme akan terus berlangsung. (R19/RT | Foto Drone oleh Lt Col Leslie Pratt)