maiwanews – Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menepis penilaian bahwa tambahan pengamanan kepada Presiden dan Wakil Presiden (Wapres) pasca terjadinya aksi ledakan dan bomada bunuh diri di kawasan Thamrin, Jakarta, Kamis (14/1/2016) lalu.
Seskab akui ada pengamanan tambahan sedikit kepada Presiden dan Wakil Presiden jika ada kegiatan-kegiatan yang tidak biasa. Namun kata dia, kalau hanya sekadar rapat terbatas (ratas) atau rapat paripurna, maka pengamanan seperti biasa.
“Tapi kalau mengundang tamu dari luar yang jumlahnya banyak, di atas 100–200 orang, memang ada pengamanan tambahan,” kata Pramono kepada wartawan seusai ikuti rapat koordinasi, di Istana Negara, Jakarta, Senin (18/1) sore.
Hal itu dilakukan sambung Premono, karena memang prosedur tetap (protap) nya begitu. Pramono menjelaskan, ini protap dari Paspampres (Pasukan Pengamanan Presiden) yang bertanggung jawab terhadap keamanan Presiden dan Wakil Presiden.
Seskab menegaskan, tambahan pengamanan itu sebenarnya bukan berarti kita tidak aman. Presiden sendiri tambah Pramono, hanya menginstruksikan agar daerah-daerah strategis dan vital yang perlu diamankan dan TNI mem-BKO anggotanya bersama Polri, tidak ada keamanan tambahan.
Seskab memastikan bahwa jumlah personel Paspampres yang melekat ke Presiden tidak ditambah. Hanya saja diakuinya, di-check door di depan ini kalau ada cara tambahan yang melibatkan banyak tamu, diberikan tambahan pengamanan.
Ratas di Hambalang, Presiden Prabowo Bahas Aspirasi Pekerja
Danlantamal VI Tinjau Kesiapan Personel Gabungan Pengamanan Hari May Day
Ukraina Tegaskan Pentingnya Dukungan Kawasan Eropa Tenggara
Ledakan Dahsyat di Pelabuhan Shahid Rajaei Iran Tewaskan 25 Orang
Wadan lantamal VI Makassar Berikan Pengarahan Kepada Personel Tidur Dalam Mako Lantamal VI









