maiwanews,TUBAN – Warga miskin (gakin) Desa Laju Kidul, Kecamatan Singgahan, Tuban, Jawa Timur sudah 4 bulan ini tidak menerima lagi distribusi raskin dari Bulog.
Bagi sebagian besar warga di desa tersebut, raskin sangat berarti. Apalagi di saat-saat seperti sekarang ini ketika harga harga kebutuhan sehari-hari, terutama beras mengalami kenaikan.
“Sampai bulan Agustus 2010 ini, kami tidak pernah lagi menerima raskin. Kalau dihitung-hitung sejak penerimaan terakhir sudah 4 bulan warga tidak menerima raskin,” kata Effendi, Selasa (24/08/2010) di rumahnya yang dibenarkan sejumlah warga lainnya.
“Raskin sangat berarti bagi kami. Tidak tahu mengapa belakangan ini tiba-tiba kiriman raskin mandeg,” timpal Hartono.
Kepala Desa Laju Kidul, Yoyok Sudarmoko, yang dihubungi Selasa (24/08/2010) pagi membenarkan jika droping raskin sudah 4 bulan macet. Terhitung mulai bulan Mei hingga Agustus.
Menurut Yoyok, jatah per bulan sebanyak 5,70 ton biasanya dikirim 2 bulan sekali dengan alasan untuk lebih memudahkan transportasi dam dibayar lunas sebelum beras dikirim.
“Pembayaran terakhir yang kami lunasi adalah Rp 16,140 juta untuk jatah raskin bulan Juli dan Agustus 2010. Tapi, sampai sekarang belum dikirim juga,” kara Yoyok yang mengaku telah melakukan koordinasi dengan pihak Bulog Tuban namun tidak pernah ada kejelasan pasti.
Koorlap Raskin Bulog Tuban, Mustardi, yang dikonfirmasi melalui ponselnya, Selasa (24/08/2010) pagi menolak berkomentar. Mustardi menyarankan untuk menanyakannya ke koorlap Kecamatan Singgahan.
“Untuk lebih jelasnya, silakan tanyakan ke (koorlap) kecamatan,” ujar Mustardi.
Namun, Koorlap Raskin Kecamatan Singgahan, Wahyudi, yang dihubungi lewat poselnya tidak menjawab meski mengisyaratkan nada akhtif.
Pun demikian dengan Kasub Divre Bulog Bojonegoro, Imam Budi, yang membawahi wilayah kerja di Kabupaten Tuban, Lamongan dan Bojonegoro, tak bisa dimintai konfirmasi.
Danlantamal VI Pimpin Serah Terima Strategis di jajaran Lantamal VI
Prabowo Hadiri Panen Raya Nasional Serentak di 14 Provinsi
GATF 2024, Pjs Wali Kota Makassar Terima Kunjungan GM Garuda Indonesia
AS Sebut Belum Ada Perubahan Signifikan Situasi Perang Rusia-Ukraina
Rusia Bebaskan 3 Warga AS Melalui Program Pertukaran Tahanan









