Suriah Akan Beri Kejutan Jika Amerika Menyerang

maiwanews – Pihak berkonflik di Suriah diperkirakan akan bersatu menghadapi serangan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya. Di Damaskus, orang-orang justru bersatu selagi Amerika mempertimbangkan serangan militer terhadap Suriah.

Menteri Luar Negeri Suriah Walid al-Moallem bahkan berjanji akan memberi kejutan jika Amerika dan sekutunya melakukan serangan militer.

Moallem juga membantah tudingan bahwa pemerintah menggunakan senjata kimia dan menantang Amerika dan sekutu Eropanya untuk membuktikan tudingan mereka.

Tentara Suriah dan milisi pro-pemerintah dilaporkan terus memindahkan aset militer dan pusat komando jauh dari bandara dan pangkalan militer ke tempat-tempat yang kemungkinannya kecil akan diserang. Para saksi mata mengatakan peluncur roket dan sistim peluncur misil terlihat di beberapa sekolah.

Sekretaris Jenderal Partai Suriah Baru, Sana Naser, menyebut serangan Amerika sebagai agresi terhadap negara berdaulat, dan itu merupakan pelanggaran hukum internasional.

Anas Aljazayri, anggota organisasi Syria Observatory untuk Korban Kekerasan dan Terorisme, menyatakan sangat yakin Amerika tidak akan melakukan intervensi militer, namun jika serangan itu benar terjadi, pihaknya tidak takut dan tidak khawatir.

Menurut Anas, pemerintah dan militer Suriah sudah siap. Ia mengatakan mereka telah bersiap-siap bukan hanya selama konflik dalam negeri dua setengah tahun ini, ketika Amerika dan para pemimpin negara-negara Barat lainnya menyerukan Presiden Bashar al-Assad untuk mundur. (aso/VoA)