
maiwanews – Saluran TV (televisi) Das Erste di Jerman menyampaikan permintaan maaf karena telah menayangkan proyeksi hasil pemilu (pemilihan umum) dua hari sebelum pemungutan suara dilaksanakan. Proyeksi hasil pemilu ditampilkan dalam format baris berita (news ticker), RT melaporkan Sabtu 25 September.
Sementara orang-orang di Jerman bersiap untuk memilih perwakilan di parlemen baru pada hari Minggu 26 September, saluran itu menayangkan baris berita di bagian bawah layar pada hari Jumat 24 September. Baris berita itu menunjukkan Partai Sosial Demokrat (SPD) kiri-tengah mengalahkan aliansi konservatif Uni Demokratik Kristen (CDU) dan partai saudaranya di Bavaria, Christian Social Union (CSU).
Baris berita muncul selama acara kuis populer, dan menarik perhatian pengamat dan anggota parlemen. Joana Cotar, juru bicara kebijakan digital kelompok parlemen AfD, membagikan klip itu di Twitter, menyarankan saluran tersebut untuk “mengubah angka” pada hari Minggu.
Jaringan televisi Das Erste (The First) milik penyiar Jerman ARD mengatakan proyeksi hasil pemilu itu hanya sebuah uji coba dan ditayangkan secara tidak sengaja.
Sebagian warganet meyakini itu bukan sebuah uji coba karena tidak menampilkan kata “uji coba” pada baris berita itu. Keanehan lainnya menurut warganet adalah baris berita itu dihapus dalam hitungan detik.
Pemilihan hari Minggu nanti akan menjadi pemilihan pertama dalam hampir 16 tahun dimana Kanselir Jerman Angela Merkel tidak menjadi kandidat. (z/RT)
Polda Jateng Bongkar Sindikat Penipuan Mobil Rental Lintas Daerah
Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan di Tukdana, Indramayu
Porsche Buka Pusat Klasik Pertama Jerman di Kassel
Porsche Tennis Grand Prix: 4 Petennis Top Jerman dapat Kartu Bebas
Pemerintah Siapkan 21 Proyek Hilirisasi Tahap Pertama Senilai Rp657,6 Triliun









