
maiwanews – Tesla menandatangani perjanjian dengan perusahaan Syrah Resources Australia terkait pembelian komponen baterai mobil. Upaya perusahaan mobil bertenaga listrik Elon Musk dinilai pengamat sebagai langkah mengurangi ketergantungan pada Tiongkok.
CEO (Chief Executive Officer) Benchmark Mineral Intelligence, Simon Moores, penyedia data bahan baterai berpusat di Inggris, mengatakan bahwa kesepakatan Tesla dengan Syrah merupakan bagian dari upaya produsen mobil listrik itu untuk meningkatkan kapasitas produksi baterai sendiri. Peningkatan kapasitas produksi akan mengurangi ketergantungan terhadap Tiongkok.
Dengan penandatangan perjanjian itu, Tesla akan membeli grafit, sebuah komponen penting baterai mobil. VOA dalam laporannya hari Senin (17/01/2022) menyebutkan kedua belah pihak telah menandatangani kesepakatan jual beli bulan lalu dengan Syrah Resources Australia. Perusahaan ini mengelola tambang grafit di Afrika Selatan.
Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai nilai kesepakatan antara produsen kendaraan bertenaga listrik dengan produsen mineral itu. Namun dikabarkan Tesla akan membeli bahan baterai grafit dari pabrik pengolahan di Vidalia, Louisiana, Amerika Serikat.
Sumber grafit di pabrik itu berasal dari tambang di Balama, Mozambik. Tesla berencana membeli 80 persen dari total kapasitas produksi pabrik di Vidalia atau sekitar 8000 ton grafit per tahun. Berdasarkan perjanjian, pembelian grafit oleh Tesla dimulai pada tahun 2025 mendatang, dengan syarat Syrah Resources membuktikan bahan itu memenuhi standar Tesla. (z)
Presiden Prabowo Terima Sejumlah Menteri di Hambalang
Indonesia-Australia Komitmen Wujudkan Perdamaian dan Kemakmuran Regional
India-Pakistan Sepakat Gencatan Senjata
Ella Seidel Capai Babak 16 Besar di Porsche Tennis Grand Prix 2025
Indonesia-Viet Nam Sepakat Tingkatkan Hubungan Bilateral









