
maiwanews – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan Jumat 27 Agustus mengatakan Turki telah mengadakan pembicaraan pertamanya dengan Taliban di Kabul, di bagian militer bandara Kabul di mana kedutaan Turki ditempatkan sementara. Ia menambahkan bahwa Ankara masih meninbang tawaran Taliban untuk menjalankan bandara ibukota Afghanistan.
“Kami telah mengadakan pembicaraan pertama kami dengan Taliban, berlangsung 3,5 jam,” kata Presiden Erdogan kepada wartawan. Ia mengaku siap untuk mengadakan pembicaraan seperti itu lagi.
Menanggapi kritik domestik atas keterlibatan Turki dengan kelompok pemberontak, Presiden Erdogan mengatakan Ankara tidak memiliki kemewahan untuk berdiam diri di wilayah bergejolak itu. Ia menegaskan tidak akan diketahui harapan masing-masing pihak jika tidak melakukan pembicaraan, “ini diplomasi”, kata Presiden Erdogan.
Mulanya Turki berencana membantu mengamankan dan menjalankan bandara strategis Kabul, tetapi pada hari Rabu, Turki mulai menarik pasukan keluar dari Afghanistan. Ini menandakan bahwa Ankara mengabaikan tujuan ini. Menurut Presiden Erdogan, Taliban ingin mengawasi keamanan di bandara, untuk logistiknya, Taliban menawarkan pilihan kepada Ankara.
Serangan bom bunuh diri menewaskan sedikitnya 85 orang, termasuk 13 tentara AS, di luar bandara pada hari-hari terakhir upaya evakuasi menunjukkan pentingnya mengetahui rincian bagaimana hub udara akan diamankan.
Presiden Erdogan mengklaim Taliban menyatakan akan memastikan keamanan bandara, dan Turki mengoperasikannya. Namun Turki belum membuat keputusan mengenai tawaran itu. Turki dikatakan akan membuat keputusan setelah keadaan tenang.(z/Tasnim News Agency)
Hardiknas di Makassar, Appi Gaungkan Pendidikan Inklusif dan Berkualitas
Pemerintah Pastikan Penyaluran Bantuan Bencana Sumatra Berjalan Cepat
Polda Riau Amankan 8 Remaja Diduga Terlibat Aksi Kejahatan Jalanan
Indonesia-Australia Komitmen Wujudkan Perdamaian dan Kemakmuran Regional
Prabowo Terima Albanese, Sepakati Penguatan Kemitraan Indonesia-Australia









