Jakarta – Setidaknya sudah 5.000 orang terdaftar akan ikut memperingati Hari Buruh (May Day). Mereka terdiri dari dari 9 kelompok yang terdaftar di Polda Metro Jaya, akan
melakukan aksi pada Sabtu 1 Mei 2010.
“Sampai hari ini sudah ada sembilan kelompok massa dengan jumlah massa sekitar 5 ribu orang yang melapor. Jumlah ini tidak tertutup kemungkinan akan bertambah,” ujar kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Pol. Boy Rafli Amar di Jakarta, Rabu 28 April 2010.
Menurut Boy, untuk melakukan pengamanan perayaan May Day, Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya akan mengerahkan 15.000 personel. Personil itu terdiri dari seluruh satuan, seperti Samapta, Lalulintas, Reserse Kriminal, Intelkam dan Brigade Mobil.
Pihak kepolisian akan mengidentifikasi beberapa lokasi dan obyek vital (obvit) yang akan menjadi sasaran para buruh untuk menyampaikan pendapatnya di depan umum. Lokasi obvit yang menjadi tempat berunjuk rasa, antara lain Istana Merdeka, Gedung DPR/MPR RI, Kantor Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans), Gedung Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) dan Bundaran Hotel Indonesia (HI).
Boy menghimbau kepada para pengunjuk rasa untuk menyampaikan pendapatnya secara tertib dan menggunakan kendaraan yang aman. “Kita akan menertibkan kendaraan pengunjuk rasa yang melebihi kapasitas penumpang karena membahayakan keselamatan,” tegasnya.
Selain itu, petugas juga akan meningkatkan pengawasan di lokasi industri dan pintu masuk DKI Jakarta. “Bagi yang melanggar, terutama pengemudinya akan ditilang. Pemberitahuan untuk ikut berunjuk rasa masih dibuka hingga Jumat lusa,” terang Boy.
Munafri Arifuddin Tegaskan Profesionalisme Penunjukan Plt Direksi Perumda Makassar
Presiden Prabowo Terima Menlu Prancis, Tekankan Penguatan Kemitraan
Pemuda Tani Barru Jalin Kerja Sama dengan Produsen Pupuk Organik ZAQ
Dorong Pariwisata Berkelanjutan, Dinas Pariwisata Makassar Gelar Forum Perangkat Daerah
AS Sebut Belum Ada Perubahan Signifikan Situasi Perang Rusia-Ukraina









