
maiwanews – Hari Jumat 24 Juli menjadi hari bersejarah dimana umat Islam kembali menunaikan salat di Hagia Sophia. Sebuah bangunan bersejarah di Istanbul Turki berusia hampir 1.500 tahun.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sebelumnya pada Jumat 10 Juli lalu mendeklarasikan Hagia Sophia (Aya Sopia) sebagai masjid. Kebijakan itu diambil setelah putusan pengadilan tinggi menetapkan bahwa konversi bangunan kuno itu menjadi museum oleh Mustafa Kemal Ataturk adalah ilegal.
Keputusan pemerintah Turki mengubah bangunan itu menjadi masjid mengundang reaksi dunia. Presiden Rusia Vladimir Putin dalam sambungan telepon dengan Presiden Erdogan menyatakan prihatin atas nasib gedung bersejarah itu, termasuk mosaik-mosaik Kristen di dalamnya.
Juru bicara Presiden Erdogan sebelumnya mengatakan mosaik-mosaik Kristen akan ditutup tirai atau penerangan selama kaum muslim menunaikan salat Jumat.
Hagia Sophia sebelumnya dialihfungsikan dari gereja Kristen Ortodoks menjadi masjid oleh Kesultanan Utsmaniyah setelah berhasil menaklukkan Konstantinopel. Kemudian dirubah menjadi museum pada tahun 1934 dibawah pemerintahan Kemal Ataturk.
Hagia Sophia dibangun pada tahun 537 M atau hampir 1500 tahun lalu, pada masa dinasti Bizantium, sebagai gereja terbesar di dunia saat itu. Ketika Istanbul (kala itu masih bernama Konstantinopel), ditaklukkan Kesultanan Utsmaniyah hampir satu millenium kemudian yaitu pada tahun 1453 M, bangunan dengan kubah megah itu dialihfungsikan menjadi masjid. (VOA/ka/jm/ah/rd/em)
Porsche Lakukan Investasi Strategis untuk Perkuat Masa Depan
Bareskrim Telusuri Laporan Ridwan Kamil Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik
Munafri Lakukan Sidak ke Mess Pemkot Makassar di Jakarta
Pj Sekda Makassar Tekankan Perencanaan Berdasarkan Data Akurat di acara Disperkim 2025
Prabowo Subianto dan Anwar Ibrahim Sepakat Perkuat Kerja Sama Strategis Indonesia-Malaysia









