
Seorang saksi mata dari kalangan anti pemerintah mengatakan penembak jitu tersebut beroperasi di gedung-gedung daerah Misurata. Wilayah itu sebagian berada dibawah kontrol kaum pemberontak.
“Mereka menembak untuk membunuh,” kata Khalid, seorang dokter di Misurata. Dia mengatakan sebagian besar korban terluka pada bagian dada, kepala, dan leher.
Para pemberontak mengatakan mereka telah menangkap tentara bayaran Aljazair dan menyatakan bahwa pemerintah otoriter Belarus telah mengirimkan lebih dari 100 penasehat militer untuk membantu Kolonel Khadafi. Mereka mengatakan rezim juga telah menerima bantuan dari pendukung di Chad, Mali, Mauritania, Niger dan Ukraina. Namun pernyataan pemberontak itu dibantah pejabat Aljazair dan Belarus. Sementara tidak satupun warga Kolombia ditangkap.
Para pejuang perempuan Kolombia cenderung menjadi anggota Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC). Mereka telah memerangi pemerintah Kolombia sejak 1960-an. (telegraph/washingtontimes/colombiareports/aso)
76 Personel Gabungan Cari Korban Banjir Bandang di Pegunungan Arfak
Prabowo Percaya Investigasi Penembakan WNI di Malaysia akan Transparan
Pjs. Wali Kota Makassar Buka Rapat Koordinasi TPPS, Tekan Stunting
Suara Penduduk Asli Amerika pada Pilpres AS
Warga Ambon Temukan Bahan Peledak Jenis Mortir Komando









