WWF Luncurkan Aplikasi Makanan Laut Untuk Blackberry

Seafood Guide (WWF Indonesia)
maiwanews – Kelompok pecinta lingkungan, WWF-Indonesia secara resmi meluncurkan sebuah aplikai untuk opengguna Blackberry. Aplikasi tersebut merupakan panduan bagi konsumen dalam memilih hidangan laut (seafood) ramah lingkungan. Demikian pernyataan WWF-Indonesia dalam situs resminya.

Panduan serupa dikatakan pernah dicetak dalam versi saku pada tahun 2011. Sosialisasi makanan laut ramah lingkungan melalui Blackberry menyasar sekitar 3,5 juta pengguna telepon pintar tersebut. Pengguna BlackBerry dapat mengunduhnya secara gratis melalui AppWorld hanya dengan melakukan pencarian menggunakan kata kunci “Seafood Guide” dan meng-install dari daftar hasil pencarian.

Aplikasi Seafood Guide WWF-Indonesia versi BlackBerry memberikan kemudahan bagi penggunanya untuk mendapatkan informasi mengenai pilihan hidangan laut. Pengguna dapat dengan mudah mengakses setiap jenis spesies dari masing-masing kategori.

Kategori “Pilihan Terbaik” berarti makanan tersebut dapat dikonsumsi, “Pertimbangkan” berarti konsumsi hidangan tersebut sebaiknya dipertimbangkan kembali, serta “Hindari” berarti hidangan tersebut populasinya sedang menurun drastis, serta sebaiknya konsumsinya dihindari. Masing-masing kategori tersebut ditandai dengan tema berwarna hijau, kuning, serta merah secara berurutan.

Wawan Ridwan, Direktur Program Kelautan WWF-Indonesia, menyampaikan “Seafood Guide ini adalah salah satu alternatif untuk mengajak masyarakat luas khususnya penggemar seafood agar mau mengubah pola konsumsi seafood dengan memperhatikan status populasi seafood tersebut di alam sebagaimana telah dijelaskan dalam seafood guide ini”.

Ridwan juga mengatakan bahwa dengan mengubah pola konsumsi ini diharapkan dapat mengubah pola produksi perikanan kita dari orientasi profit semata menjadi bisnis berkelanjutan. “Konsumen dalam hal ini memegang peran penting untuk konsep pasar. Sebanyak 58 jenis seafood dari tangkapan alam serta 9 jenis dari ketegori budidaya ada dalam panduan tersebut”, kata Ridwan. (aso/WWF-Indonesia)