Bojonegoro – Malam yang seharusnya penuh hikmah berubah menjadi tragedi mengerikan saat penyerangan tujuh pemuda yang menggunakan parang dan pedang, Senin malam (16/8/2010),benar-benar membuat warga Desa Sidorejo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro ketakutan.
Dari peristiwa tersebut diketahui Sugiharto warga setempat kedapatan mengerang kesakitan setelah terjadi pemabacokan pada bagian tubuhnya.
Beberapa saksi mata yang tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP) memaparkan kejadian itu, penyerangan yang terjadi tepat pada malam peringatan 17 Agustus itu benar-benar membabi buta dan menakutkan warga sekitar lokasi. Sebab, saat 7 pemuda datang dan berada tepat di depan warung kopi dan makanan milik Basiman dan Iin, mereka langsung membabat Sugiarto.
Setelah melukai korban pertamanya jatuh, pelaku yang datang dengan sepeda motor Ninja, Astrea Grand dan Smash tersebut, langsung merobohkan tempat duduk yang biasa dibuat cangkrukan warga.
“Kami ketakutan, sehingga langsung kocar-kacir dan menuju ke sawah, atau tepatnya di belakang warung,” kata salah seorang pemuda setempat, Ridwan (18).
Anak muda ini mengaku melihat dari kejahuan pelaku penyerangan itu memasuki warung dan mengancam leher seorang warga dengan parang yang dibawanya.
Orang itu diketahui adalah warga desa itu dia benar-benar ketakutan, “untungnya tidak diapa-apakan,” terangnya.
Pelaku juga memporak-porandakan isi warung dengan senjata yang dipakainya. Setelah puas, mereka langsung meninggalkan tempat tersebut ke arah selatan.
“Yang pasti, kami tidak mengenal mereka. Tetapi, untuk raut mukanya masih ingat, walaupun tidak seberapa jelas,” tambah Ridwan.
Hal senada dikatakan oleh Rizki (15). Ia mengaku langsung melompat dan lari saat mendapati pelaku membacok korban Sugiharto hingga terjatuh.
“Kami takut jika menjadi korban selanjutnya. Sehingga memilih meninggalkan lokasi,” sambungnya.
Setelah mendapati pelaku pergi, dirinya bersama warga lain langsung menolong korban yang banyak mengeluarkan darah. Ia dilarikan ke Balai Pengobatan Drokilo yang tidak jauh dari lokasi kejadian.
Karena tidak bisa diatasi, sehingga hanya dilakukan penangangan awal untuk menghentikan pendarahan saja. Setelah itu korban dirujuk ke RS Aisiyah Bojonegoro. Tetapi, karena petugas medis tempat tersebut tidak berada di tempat, korban dilarikan ke RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro. memet









