maiwanews – Penyergapan polisi di Desa Martebing, Dolok Masihul, Kab Serdang Bedagai, Sumut, menewaskan lagi dua anggota komplotan bersenjata setelah sebelumnya seorang menyerahkan diri.
Operasi penyergapan oleh tim gabungan Polda Sumut yang berlangsung siang hari, Minggu, 3 Oktober 2010 ini, terlaksana dengan bekerja sama dengan pihak TNI.
Menurut Pangdam I Bukit Barisan, Mayken Leo Sigers, sejak terjadi perampokan CIMB Niaga Agustus lalu, polda Sumatera Utara memang telah meminta bantuan Kodam I Bukit Barisan.
“Kapolda sudah meminta TNI untuk membantu sejak terjadi perampokan CIMB Niaga. Pihak TNI akan membantu polisi hingga Polda mengatakan sudah selesai,” kata Pangdam, Minggu, 3 oktober 2010.
Karena itu, intelijen Kodam I Bukit Barisan lalu mendeteksi keberadaan para anggota komplotan ini. Hasilnya kemudian disampaikan kepada tim gabungan dari Polda Sumut untuk dilakuan penyergapan.
Peran intelejen TNI dalam penyergapan itu diakui oleh Wakapolda Sumut, Irjen Syafruddin. “Keberadaan dua tersangka di Sungai Belutu hari ini, pertama sekali diketahui tim Intelijen Kodam,” kata Syafruddin.
Polisi yang mendapatkan informasi ini segera turun ke lokasi dan bersama-sama dengan anggota TNI mengepung tersangka yang bertahan di sungai. Kendati terkepung, kedua tersangka menolak menyerahkan diri.
Dalam baku tembak, seorang tersangka tewas. Sementara seorang lainnya tewas terkena ledakan granat yang dipegangnya sendiri. Mayat kedua korban tewas selanjutnya dibawa ke Rumkit Bhayangkara Medan.
Setelah tewasnya dua anggota komplotan bersenjata ini, maka jumlah anggota komplotan bersenjata yang tewas berjumlah enam orang. Sementara tiga lainnya ditahan dalam keadaan hidup.
Tiga yang masih hidup itu, satu tertembak bernama Azwar Dedi, seorang diantar warga menyerahkan diri bernama MT, dan seorang lagi ditangkap sebelumnya di sebuah rumah kosong di tengah kebun sawit dalam keadaan tak berdaya.
Polisi mengaitkan kelompok bersenjata tersebut dengan kelompok yang melakukan perampokan di CIMB Niaga Medan Agustus lalu berdasarkan indikasi senapan M16 yang disita.
Dipastikan senjata M16 itu adalah milik anggota Brimob Immanuel Simanjuntak yang ditembak saat terjadi perampokan di CIMB Niaga.
Pemerintah Evaluasi BUMN Secara Komprehensif
Ucapkan Selamat Natal, Kapolri Serukan Persatuan dan Kesatuan
UNICEF: Jumlah Rekrutan Anak Haiti oleh Kelompok Bersenjata Meningkat 70 Persen
Biden dan Sekutu akan Serukan Kembali Gencatan Senjata di Gaza
Biden Ragu Pemilu Amerika Serikat November Nanti akan Berjalan Damai









