Mesir: Keamanan Tingkatkan Patroli dan Pemeriksaan

No Mubarak - Egypt Uprising protest Melbourne 4 Feb 2011Aparat keamanan meningkat aktifitas pemeriksaan dan patroli rutin, kondisi Mesir belum benar-benar normal. Pihak keamanan memeriksa setiap kerumunan massa dan hal-hal mencurigakan. Sementara warga sipil membantu dengan bertugas sebagai pam swakarsa.

Perkembangan terkini di Mesir tersebut disampaikan KBRI Kairo dalam rilisnya hari ini 6 Februari 2011, menanggapi pemberitaan di tanah air mengenai 20 mahasiswa Indonesia yang didatangi aparat keamanan Mesir.

“Dalam situasi dan kondisi perkembangan politik Mesir saat ini, diperiksanya dua puluh mahasiswa oleh aparat Mesir patut ditaati dan dihormati. Mereka sedang menjalankan patroli rutin. Pemeriksaan itu semata-mata ditujukan untuk memberikan rasa aman kepada semua masyarakat di Mesir,” demikian dikutip dari rilis KBRI Kairo.

Untuk itu, KBRI Kairo terus menghimbau agar WNI di Mesir selalu membawa identitas diri, menghindari tempat-tempat yang dinilai menjadi lokasi unjuk rasa dan memperhatikan serta menaati peraturan setempat.

Sementara itu terkait dengan kejadian pemeriksaan terhadap para mahasiswa tersebut, Koordinator Bidang Keamanan Fisik dan Perlindungan Warga, Tony T. Ardijanto yang melakukan pengecekan ke lapangan menuturkan bahwa kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 dini hari. Saat itu aparat keamanan melihat 20 mahasiswa sedang berada luar apartemen di daerah Distrik Toub Romly, Kairo. “Aparat melihat para mahasiswa sedang mengemas barang-barang yang akan dibawa dalam perjalanan ikut serta evakuasi ke tanah air,” tambahnya.

Saat itu, aparat keamanan menemukan 8 mahasiswa yang telah habis masa ijin tinggalnya. Aparat tidak melakukan tindakan setelah mendengar alasan mereka tidak dapat mengurus perpanjangan izin tinggal karena situasi dan kondisi di Mesir yang tidak memungkinkan.

“Aparat keamanan juga meminta keterangan mengenai apa yang sedang kami lakukan dan memeriksa barang-barang yang telah kami kemas,” menurut kesaksian Asif, salah satu mahasiswa yang diperiksa. Setelah melakukan pemeriksaan di tempat, jelasnya, 3 dari 20 mahasiswa yang lancar berbahasa Arab diminta ikut ke markas militer untuk keterangan lebih lanjut.

Di markas, mereka kembali ditanya sekitar pemilikan dan pengemas barang tersebut. Pihak aparat juga memeriksa ulang dokumen/kartu identitas diri serta telepon genggam dan laptop. Karena tidak ditemukan sesuatu dan semua kartu mahasiswa/paspor masih berlaku serta kepemilikan barang-barang tersebut sah, mereka dipulangkan kembali ke tempat tinggalnya. Barang-barang yang diperiksa juga diperbolehkan untuk dibawa kembali. (deplu)