SURABAYA – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Distribusi Jawa Timur terus berupaya meningkatkan kinerja mereka. Tahun ini, perusahaan pelat merah penyedia tenaga listrik ini menargetkan penjualan listrik pada tahun 2011 akan mengalami pertumbuhan sebesar 9,2%.
“Kalau pada tahun lalu penjualan tenaga listrik kami di Jatim hanya tumbuh 6,2%, di tahun ini harus mencapai 9,2%,” tutur General Manager PT PLN Distribusi Jatim, Haryanto WS, di Surabaya.
Pada tahun lalu, lanjutnya, total penjualan PT PLN Distribusi Jatim mencapai 22,463 juta MWH per tahun, sementara target di tahun ini dipatok mencapai 24,527 juta MWH per tahun.
Langkah peningkatan target ini sebagai komitmen PLN Jatim untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Jatim secara keseluruhan. Karena dengan ketersediaan listrik sesuai kebutuhan, maka pertumbuhan ekonomi tidak akan tersendat. Dan pada akhirnya bisa menekan harga berbagai produk di lapangan.
“Dan di tahun ini kami telah mencanangkan penghapusan daftar tunggu baik untuk pelanggan industri maupun pelanggan Rumah Tangga (RT), juga mencanangkan penambahan pelanggan sebanyak 320.000 pelanggan selama 2011,” tutur Haryanto.
Selain itu, PLN Distribusi Jatim juga akan merealisasikan program Go Grass Pelanggan Bisnis dan Industri yang akan dimulai pada April 2011 mendatang.
Menurut penuturan Haryanto, sebenarnya target Go Grass untuk pelanggan industri dan bisnis ini sampai 2012 ditargetkan mencapai 1.000 Mega Watt (MW), namun karena kesiapannya tergantung industri yang bersangkutan, maka ditahun ini diperkirakan hanya akan terealisir 500 MW.
“Disisi pelanggan rumah tangga, untuk menggenjotnya kami juga telah mencanangkan program gratis tambah daya dari 400 VA dan 900 VA naik menjadi 1300 VA atau 2.200 VA sejak awal Maret 2011,” kata Haryanto.
Komitmen ini digencarkan mengingat pasokan listrik untuk wilayah Jatim sebenarnya masih suplus sebesar 2.500 MW. Hanya saja, karena pasokan listrik ini tersambung menjadi satu dalam jaringan pembangkit Jawa Bali, maka surplus tersebut digunakan oleh wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Bali.
“Daripada digunakan wilayah lain, makanya kami gencar meningkatkan penggunaan tenaga listrik ini. Kalau dulu kami sempat menolak pelanggan baru atau tambah daya karena kurangnya suply listrik, maka sekarang malah kami yang mencari,” tukas Haryanto.
Disinggung target pertumbuhan ekonomi Jatim 2011 yang mencapai 7%, Haryanto menyebutkan masih bisa tercover. Sebab, selain target pertumbuhan penjualan sebesar 9,2%, PLN juga menargetkan bebas daftar tunggu.
“Jadi jangan khawatir kalau kemudian pasokan listrik masih kurang. Ini adalah komitmen kami untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan angkatan kerja di Jatim,” ujar Haryanto optimistis. (doni sujito)
Semangat Kartini, Aliyah Mustika Ilham Serukan Perempuan Jadi Penggerak Perubahan
Orlando Bloom Jadi Brand Ambassador Produk Porsche
Polisi Minta Layanan Perdagangan Digital Hapus Produk Hasil Penyelundupan
Mahkamah Konstitusi Korea Selatan Mulai Persidangan Pemakzulan Yoon Suk Yeol
Kemenkumham Jatim Kawal Dua Kegiatan Penjaringan Paralegal dan Evaluasi Hukum Pertahanan









