SURABAYA – Para pelaku industri yang tersebar di Jawa Timur, sejumlah 1.565 perushaan yang beroperasu, diminta untuk melakukan pengurangan pemakaian listrik. Terutana pada jam-jam beban puncak, yakni antara jam 5 sore hingga 10 malam, di saat masing-masing industri tengah melakukan kegiatabn puncaknya.
“Karena, pemakaian listrik pada beban puncak melebihi jumlah pasokan,” tutur Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN Area Distribusi Jawa Timur, Arkad Matulu, di Surabaya.
Dikatakan Arkad Matulu, pemakaian listrik pada beban puncak mencapai 3.700 Mega Watt (MW). Karena pemakaian melebihi pasokan maka PLN melakukan pemadaman bergilir.
Dujelaskan Arkad, kebijakan untuk mengurangi penggunaan listrik pada kalangan industri agar bisa mengurangi pemadaman bergilir.
“Seluruh industri di Jawa Timur telah dikirimi surat himbauan agar mengurangi listrik saat beban puncak. Mereka dapat kompensasi jika menurutinya,” tukas Arkad.
Ditambahkan Arkad, pihak PLN juga sudah mulai melakukan sosialisasi masalah tersebut.
Arkad mengungkapkan tiga pola kompensasi. Pertama, bagi industri yang mengurangi pemakaian listrik sebanyak 15 persen saat beban puncak dan dialihkan penggunaannya pada waktu di luar beban puncak, mendapatkan kompensasi pembayaran rekening Rp 510 per kwh, dari sebelumnya Rp 680 per kwh.
Kedua, industri yang mengurangi produksi listrik sebanyak 50 persen pada saat beban puncak dan mengalihkannya di luar beban puncak, maka hanya membayar Rp 440 per kwh.
Sedang yang ketiga, industri yang menambah pemakaian di luar beban puncak akan membayar Rp 544 per kwh.
“Ini adalah cara agar industri yang mempunyai daya listrik di atas 200 KVA bersedia mengurangi pemakaian listrik saat beban puncak,” ujar Arkad. (doni sujito)
Prabowo Subianto Sambut Perdana Menteri Fiji di Istana Merdeka
Rusia-Qatar Perkuat Kemitraan Strategis Lewat Pertemuan di Moskow
Rusia Catat 8 Serangan Ukraina ke Fasilitas Listrik
Halal Bi Halal dan Reuni IKA Fisip UH, Merangkai Kisah, Menjalin Silaturahmi
Prabowo Tinjau Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis di Bogor









