
KEBONHARJO – Belum lama ini Perum Perhutani Kebonharjo menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Tuban, diterima langsung oleh Kepala Kesatuan Pemangkuan Hutan (KKPH) Ir. Sudarwanto ,MSi di Pos Tunggal Mandiri (PTM) petak 95 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Gato, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Tawaran, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kebonahrjo.
Rombongan yang dipimpin oleh ketua komisi A DPRD Tuban, Agung Supriyanto, berjumlah 14 anggota dengan tujuan untuk melihat secara dekat pengamanan hutan dan antisipasi kebakaran hutan di wilayah Perhutani Kebonharjo.
Ketua Komisi A, Agung Supriyanto, mengatakan, “Komisi A sangat intens untuk menyikapi hutan dalam wilayah Kabupaten Tuban, ada beberapa KPH yang masuk wilayah Kabupaten Tuban namun di Kebonharjo ini terasa nyaman dan aman, kami ingin tahu apa resefnya sehingga BKPH Tawaran ini dapat berhasil melakukan perlindungan hutan, maka dalam waktu dekat kami ingin medudukkan semua Adm yang ada di wilayah Tuban ini dalam satu meja.” terangnya.
Perhutani Kebonharjo merupakan Badan Usaha Milik Negara, bagian dari Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah, dengan luas wilayah 17.801,36 ha berada di 3 (tiga) Kabupaten. Rembang 12.505,12 ha (70%), Kabupaten Tuban 3.170,14 ha sekitar 18%.
Administratur Perhutani Kebonharjo, Ir. Sudarwanto, MSi mengatakan, “keamanan hutan di Kebonharjo ini relatif setabil dan aman dari tahun ke tahun, dengan cara pengelolaan hutan lestari yaitu meliputi, kelola sosial, lingkungan dan produksi. Kami melakukan dengan cara pendekatan kepada masyarakat sehingga tercapainya hubungan yang harmonis dengan masyarakat sekitar hutan,” jelasnya.
Ditengah acara dalam kujungan DPR, berjarak sekitar tiga ratus meter dari pos PTM, terjadi kebakaran hebat dan truk yang biasa digunakan patroli merapat di tempat kejadian, dengan sigap para petugas menghidupkan disel yang ada di atas truk, menarik slang hydrant dan langsung menyemprotkan air yang sangat kencang ke arah titik api kebakaran, beberapa saat api padam.
Ternyata kebakaran hebat yang terjadi di petak 102 RPH Gato, BKPH Tawaran itu hanya simulasi cara mengatasi kebakaran yang dilakukan para mandor KPH Kebonharjo. Dengan mobil truk yang dimodifikasi menjadi mobil penanggulangan kebakaran, yaitu dengan cara dan peralatan tangki air yang berisi sekitar 2000 liter dan sebuah disel 5 pk serta slang air yang cukup panjang untuk menjangkau titik api kedalam hutan. (MET/ACH)









