maiwanews – Pihak kepolisian menduga, kasus penyerangan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) pada Kamis dinihari yang menyebabkan dua orang tewas dan sejmlah lainnya luka terkenan sabetan parang, terkait dengan narkoba.
“Iya, terkait bisnis narkoba,” kata Kepala Kepolisian Resort Jakarta Pusat, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Angesta Romano Yoyol kepada wartawan di Mapolres Jakarta Pusat, Jumat 24 Februari 2012.
Menurut Angesta, bisnis barang haram yang melibatkan dua kelompok yang sama-sama berasal dari Kampung Ambon, Jakarta Pusat tersebut, nilainya sebesar Rp 320 juta.
Hingga saat ini, pihak kepolisian terus memburu salah satu pelaku pemegang barang bukti yang diduga berupa narkoba.
Dijelaskan Angesta, dalam kasus yang menewaskan dua orang yakni Ricky Tutu Boy dan Stenly AY Wenno itu, polisi telah memeriksa 20 orang saksi, 6 diantaranya diamankan dan 3 menjadi tersangka, yakni S, S, dan E.
Para tersangka akan dijerat dengan pasal tentang penganiayaan bersama-sama dan pembunuhan berencana.
Polda Riau Amankan 8 Remaja Diduga Terlibat Aksi Kejahatan Jalanan
Porsche Tennis Grand Prix: Jessica Pegula Tampil Perdana di Stuttgart
Rusia Catat 8 Serangan Ukraina ke Fasilitas Listrik
Porsche Dominasi GP Long Beach 2025 dengan Kemenangan di Dua Kelas
Polisi Tetapkan 9 Orang Tersangka Kasus Pagar Laut Bekasi









