
Liu Wimin mengatakan pernyataan Clinton itu sama sekali tidak dapat diterima. Cina dikatakan mendapat dukungan luas dari masyarakat internasional mengenai sikap pemerintahnya terkait konflik Suriah. Ia menambahkan, segala upaya untuk menyudutkan Cina akan gagal.
Sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, Cina dan Rusia memiliki hak veto. Hak istimewa tersebut berulang kali digunakan untuk memveto aksi keras mengenai Suriah. Kedua negara juga tidak menghadiri pertemuan negara-negara sahabat Suriah di Paris.
Konferensi di Paris 6 Juli lalu dihadiri sekitar 100 negara dan 100 anggota oposisi. Pada pertemuan itu Menteri Luar Negeri Perancis, Laurent Fabius, mengatakan ia akan mengusahakan agar para delegasi dalam pembicaraan itu memperluas sanksi terhadap Suriah, menyediakan dukungan komunikasi kepada oposisi, dan membantu upaya bantuan kemanusiaan. Pertemuan itu tidak hanya akan menjadi pembicaraan abstrak, tetapi bertujuan untuk mendatangkan dukungan praktis bagi rakyat Suriah.
Fabius juga mengatakan Presiden Bashar al-Assad telah melakukan tindakan barbarisme, tindakan Assad itu berisiko menyulut terjadinya perang saudara dan menyebarkan kekerasan antar-golongan agama ke negara-negara tetangga. (aso/VoA)
AS-Rusia Bahas Upaya Perdamaian di Ukraina
Rusia Catat 8 Serangan Ukraina ke Fasilitas Listrik
Halal Bi Halal dan Reuni IKA Fisip UH, Merangkai Kisah, Menjalin Silaturahmi
Ukraina Tuding Tentara Rusia Luncurkan Rudal Balistik Setiap Hari
Tim Aju Bantuan Kemanusiaan TNI Berangkat ke Myanmar









