Cina Bantah Tudingan AS Terkait Konflik Suriah

Liu Weimin (Ministry of Foreign Affairs, the People's Republic of China)
maiwanews – Kementerian Luar Negeri Cina melalui juru bicaranya, Liu Weimin, hari Sabtu mebantah tudingan Amerika Serikat (AS) terkait konflik Suriah. Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton, pada pertemuan negara-negara pendukung lawan Presiden Suriah, Bashar al-Assad, menuding Cina dan Rusia menghambat upaya-upaya internasional untuk mengakhiri konflik di Suriah dengan mendukung Assad.

Liu Wimin mengatakan pernyataan Clinton itu sama sekali tidak dapat diterima. Cina dikatakan mendapat dukungan luas dari masyarakat internasional mengenai sikap pemerintahnya terkait konflik Suriah. Ia menambahkan, segala upaya untuk menyudutkan Cina akan gagal.

Sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, Cina dan Rusia memiliki hak veto. Hak istimewa tersebut berulang kali digunakan untuk memveto aksi keras mengenai Suriah. Kedua negara juga tidak menghadiri pertemuan negara-negara sahabat Suriah di Paris.

Konferensi di Paris 6 Juli lalu dihadiri sekitar 100 negara dan 100 anggota oposisi. Pada pertemuan itu Menteri Luar Negeri Perancis, Laurent Fabius, mengatakan ia akan mengusahakan agar para delegasi dalam pembicaraan itu memperluas sanksi terhadap Suriah, menyediakan dukungan komunikasi kepada oposisi, dan membantu upaya bantuan kemanusiaan. Pertemuan itu tidak hanya akan menjadi pembicaraan abstrak, tetapi bertujuan untuk mendatangkan dukungan praktis bagi rakyat Suriah.

Fabius juga mengatakan Presiden Bashar al-Assad telah melakukan tindakan barbarisme, tindakan Assad itu berisiko menyulut terjadinya perang saudara dan menyebarkan kekerasan antar-golongan agama ke negara-negara tetangga. (aso/VoA)