Dahlan Iskan Jawab Soal Tucuxi dan Kecelakaannya

maiwanews – Menteri BUMN Dahlan Iskan menjawab hampir semua pertanyaan wartawan soal mobil listrik Tucuxi yang diprakarsainya termasuk soal kecelakan saat mengendarai mobil model Ferrari tersebut di Plaosan, Magetan, Jatim pada Sabtu 5 Januari 2013 lalu.

Dalam acara jumpa pers di Galeri Cafe TIM, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa 8  Januari 2013, mantan CEO Jawa Pos Group ini memberikan kesempatan yang lumayan leluasa kepada awak media untuk mengajukan pertanyaan seputar proyek mobil listrik Tucuxi.

Dahlan Akui Lakukan Pelanggaran

Ditanya tanggapannya soal adanya kemungkinan pelanggaran lalu lintas dalam uji coba Tucuxi yang direncanakan dari Solo ke Magetan itu, Dahlan mengaku salah sekaligus menyatakan siap menanggung konsekwensi atas pelanggaran tersebut.

Meski begitu, Dahlan menyatakan dirinya tidak perlu merasa malu karena pelanggaran yang dilakukan bukan karena misalnya telah melakukan korupsi atau pencabulan. Apa yang dilakukannya kata Dahlan adalah semata-mata untuk kepentingan ilmu pengetahuan.

DI 19 Hanya Asesori

Soal nomor plat Tucuxi yang gambarnya telah beredar luas dengan memakai DI 19 yang  terlanjur dipersepsikan publik sebagai nomor polisi (nopol) resmi Tucuxi dengan STNK yang diterbitkan kepolisian, Dahlan menjawab bahwa aturan soal plat belum ada pada mobil listrik.

Meski dipasang di tempat yang biasanya hanya untuk nopol namun menurut Dahlan, DI 19 itu hanya asesoris atau semacam variasi mobil semata. “Kalau ditulis Mick Jagger pun nggak apa-apa,” kata Dahlan Iskan dengan nada bercanda.

Apalagi kata dia, di plat tersebut tidak tercantum waktu (tanggal, bulan dan tahun) serta cap kepolisian sebagaimana plat nomor resmi yang diterbitkan kepolisian.

Hanya di Mobil Listri Kita Berpeluang Bersaing

Terkait dipilihnya mobil listrik sebagai obyek proyeknya Dahlan menjelaskan, di dunia international, Indonesia memiliki peluang bersaing karena negara-negara maju terutama di industri otomotif seperti Jepang dan Amerika, karena saat ini negara tersebut juga baru mulai mengembangkan mobil listrik.

Sangat berbeda jika ingin bersaing di mobil berbahan bakar minyak Dahlan membandingkan, negara-negara yang terkenal dengan produk otomotifnya sudah melangkah terlalu jauh. Sehingga katanya, terlalu sulit bagi kita untuk mengejar ketertinggalan itu.

Tucuxi Tidak Dimodifikasi, Hanya Reparasi

Sementara soal tudingan pengembang Tucuxi, Danet Suryatama bahwa Dahlan dan timnya telah merubah hasil rancangannya dengan melakukan modifikasi seperti sistem rem Tucuxi Dahlan menjelaskan bahwa pihaknya hanya melakukan reparasi atau perbaikan.

Dahlan memberikan illustrasi.”Apakah anda jika memperbaiki mobil anda di bengkel terlebih dahulu harus melapor ke Toyota?” kata Dahlan kepada penanya.

Dahlan juga membantah dengan tegas bahwa pihaknya telah mencuri teknologi Tucuxi. “Teknologi apa yang dicuri?” tanya Dahlan.

Kekecewaan Danet Dinilai Wajar

Dahlan menilai kekecewaan Danet Suryatama terhadap dirinya merupakan hal yang wajar. Karena menurt Dahlan, dirinyapun memuliki kekecewaan terhadap Danet. Ketika ditanya wartawan apa kekecewaan  itu, dengan tegas Dahlan menyatakan tidak akan mempublikasikannya.

Itulah bedanya antara dirinya denga Danet kata Dahlan, Danet bisa dengan bebas mengungkapkan kekecewaannya ke publik sementara dirinya tidak. Hal itu karena Dahlan memposisikan dirinya sebagai bapak meskipun Danet tidak memposisikan dirinya sebagai anak.

Dahlan Ingin Mobil Listrik Dengan Gear Box

Seolah ingin menyalahkan teknologi tanpa gear box pada Tucuxi yang dipilih Danet Suryatama, Dahlan juga mengungkapkan kelemahan mobil listrik dengan teknologi tanpa gear box. Menurut Dahlan, meskipun tidak salah, di jalan menurun misalnya, mobil listrik tanpa gear box akan mendapat beban yang berlebihan pada sistem pengereman.

Karena itu kata Dahlan, dirinya cenderung memilih teknologi mobil listrik yang menggunakan gear box termasuk masih membuka peluang kerjasama lagi dengan Danet dengan syarat menggunakan ternologi yang sudah lazim di mobil berbahan bakar minyak itu.

Seperti diketahui, mobil BBM atau mobil berpenggerak mesin motor bakar selain sebagai pengatur putaran dari mesin ke roda untuk kecepatan yang berbeda, gear box juga berfungsi sebagai engine brake yakni perlambatan kendaraan dengan  mesin yang ditransfer ke gear box.