BNPB Ungkap Penyebab Kawasan Pluit Terendam Banjir

maiwanews – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membantah isu bahwa tanggul waduk Pluit jebol. BNPB mengungkapkan, penyebab kawasan Kelurahan Penjaringan, Penjagalan, Kapuk, termasuk Pluit terendam banjir cukup lama dan tinggi karena meluapnya Waduk Pluit dan Kali Angke Hilir akibat hujan.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB DR. Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, Waduk Pluit menerima aliran dari Kali Cideng dan beberapa sungai yang banjir. Padahal di saat yang bersamaan, panel 2 pompa banjir berkapasitas 35 m3/detik dan 4 m3/detik di Waduk Pluit terendam banjir dan tidak beroperasi. Akibatnya, banjir meluas karena pasokan debit ke Waduk Pluit terus terjadi, sementara itu pembuangan air tidak berjalan.

Selain karena air waduk dan kali yang meluap serta pompa banjir yang tidak berfungsi, penyebab lain banjir yang mengakibatkan ratusan rumah dan mobil termasuk puluhan mobil mewah ikut terendam di kawasan itu, karena air pasang laut.

Pasang laut tertinggi pada Sabtu (19/1) terjadi pada pukul 07.35 yaitu tinggi 0,87 meter. Pada Minggu (20/1) pasang tertinggi terjadi pukul 07.51 yaitu 0,91 meter. Demikian juga Prediksi Pasang Tinggi pada Senin (21/1) pukul 08.10 setinggi 0,94 meter. Bahkan pada Kamis (24/1) hingga Sabtu (26/1) pasang tertinggi mencapai 1 meter antara 09.09 – 09.46. Tentu ini berpotensi terjadi rob air laut.

Seperti diketahui, hingga hari ini Minggu 20 Januari 2013, beberapa kawasan di Jakarta Barat dan Utara terutama yang letaknya berdekatan dengan laut seperti kawasan Pluit masih terendam banjir dengan ketinggian hingga 2 meter.

Akibatnya, dari sekitar 270.000 jiwa warga dari empat kelurahan di Kecamatan Penjaringan itu, sebanyak 7.413 jiwa terpaksa diungsikan ke 15 posko setempat.