maiwanews – Usai insiden penyerangan terhadap Ali Mochtar Ngabalin di ruang Rapat Konsolidasi Nasional Partai Golkar Hotel Sahid, Jakarta oleh kubu Aburizal Bakrie, kembali terjadi insiden lain.
Saat sedang berlangsung rapat di ruang Puri Agung, sekelompok massa tiba-tiba datang dari arah bawah sambil berteriak-teriak dan mengepalkan tinju.
Mendengan keributan di luar, peserta rapat ada yang berteriak bahwa acara di Hotel Sahid diserang. Sontak para peserta rapat yang berasal dari DPD I dan DPD II Golkar seluruh Indonesia bereaksi dan meneriakkan kata, Lawan!.
Sebagian besar peserta rapat langsung keluar ruangan dan dengan sigap membarikade tangga naik menuju ruang sidang. Sebagian lainnya keluar ruangan dengan membawa balok yang sebelumnya dijadikan panitia sebagai tiang menanda utusan DPD.
Akan tetapi setelah mendengar lebih detil teriakan massa yang sekilas adalah pemuda yang berasal dari Indonesia Timur itu, rupanya teriakan mereka malah mencari dan memaki Yorrys Raweyai dan mendukungnya. Peserta rapat akhirnya kembali mengikuti rapat.
Selesai menenangkan dan menggiring massa yang marah tersebut menjauh dari tangga depan ruang rapat, Ali Mochtar Ngabalin menjelaskan kepada peserta rapat dan wartawan bahwa mereka adalah keluarga dan keponakan-keponakannya.
“Ternyata saudaranya Bang Ngabalin,” kata salah seorang peserta Rapat Konsolidasi Nasional Golkar di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa (10/3/3015) malam WIB.
Panen Jagung Seluas 68 Hektar di Pati, Hasilkan 478 Ton
Gedung Putih Sebut Houthi Serang Kapal Perang AS Sebanyak 174 Kali
Forum Perangkat Daerah Dinas Sosial Kota Makassar, Sinergi untuk Kesejahteraan Sosial
Polisi Ungkap Pertambangan Emas Ilegal di Boalemo, Gorontalo
Usai Diterjang Badai, Pulau Rhodes dan Lemnos di Yunani Nyatakan Keadaan Darurat









