Jakarta – Mantan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Soegiharto hari ini dilantik menjadi komisaris utama PT Pertamina (Persero). Soegiharto menggantikan Jenderal Purn
Pol Sutanto yang menempati posisi sebagai kepala Badan Intelijen Negara.
Pelantikan dilakukan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara Mustafa Abubakar pukul 10.00 WIB di Kantor Kementerian Negara BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa 6 Mei 2010.
Soegiharto menggantikan Umar Said yang menempati posisi itu sebagai pelaksana tugas Komut merangkap komisaris semenjak mantan Kapolri Jenderal Purn Pol Soetanto ditunjuk Presiden menjadi Kepala Badan Intelejen Negara (BIN).
.Sementara Umar Said, dan anggota komisaris M Abduh, Meiza Rahman, Sumarsono, dan Humayun Bosha menempati posisi dewan komisaris.
Dalam pidatonya, Soegiharto mengharapkan Pertamina menjadi perusahaan kelas dunia, untuk itu Pertamina harus melakukan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG). Rencana ekspansi di sektor hulu juga harus cepat direalisasikan. Dengan demikian, Pertamina bisa menambah cadangan minyak dan gasnya.
Struktur komisaris selengkapnya adalah, Komisaris Utama: Soegiharto, Wakil Komisaris Utama: Umar Said, Anggota: Evita Herawati Legowo (saat ini menjabat Dirjen Migas Kementerian Energi). Ani Ratnawati (Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan). Tri Haryo Indrawan Susilo (Direktur Utama PT Rekayasa Industri), Nurdin Zaenal, dan Luluk Sumiarso (Staf Ahli Menteri Energi).
Bertemu Prabowo, Bill Gates Puji Komitmen Indonesia dalam Kesehatan dan Pertanian
Menlu Rusia Sebut Warga Sipil Jadi Korban Serangan Ukraina
Pertemuan Bilateral Amerika-Australia Bahas Kerja Sama Pertahanan
Amerika Kenakan Tarif Tambahan 25 Persen atas Barang Impor dari Kanada
Korpolairud Jalin Kerja Sama dengan Akademi Pelayaran dan Penerbangan









