
maiwanews – Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman mengatakan pasukan koalisi dipimpin Saudi telah meluncurkan lebih dari 1.800 serangan udara di berbagai bagian Yaman selama dua bulan terakhir.
Setidaknya ada 1.836 serangan udara oleh pasukan koalisi di Yaman sejak 9 April, Brigadir Jenderal (Brigjen) Yahya Saree mengatakan pada konferensi pers pada hari Kamis 4 Juni. Aktivitas militer semakin intensif sehingga menciptakan ketegangan dan serangan udara di negara itu.
Selama sepekan terakhir ada sekitar 250 serangan udara di provinsi Ma’rib, Jawf, Sana’a, Hajjah, Amran, Al Bayda, dan Sa’ada. Tentara Yaman dan Komite Populer juga telah mencatat 128 pelanggaran gencatan senjata oleh koalisi di Hudaydah.
Koalisi pada bulan April mengklaim menghentikan operasi militer di Yaman untuk mendukung upaya PBB mengakhiri perang lima tahun dan menghindari penyebaran Corona Virus Disese 2019 (COVID-19).
Mohammed Abdul-Salam, juru bicara gerakan Yaman Houthi Ansarullah, mengatakan dalam sebuah posting di halaman Twitter resminya pada saat itu bahwa gencatan senjata itu bertujuan menyesatkan dunia. Dewan Keamanan PBB seharusnya telah mengeluarkan resolusi resmi untuk menghentikan perang dan menghentikan pengepungan, bukan sekedar pernyataan.
Pasukan koalisi di bawah pimpinan Saudi menyerbu Yaman pada tahun 2015. Sejak itu, lebih dari 100.000 orang telah tewas, menurut Armed Conflict Location and Event Data Project (ACLED), sebuah lembaga berbasis di Amerika Serikat. (Tasnim)
Indonesia-Australia Komitmen Wujudkan Perdamaian dan Kemakmuran Regional
31 Pemimpin Negara dan Perwakilan NATO Hadiri KTT Dukungan Terhadap Ukraina
Kapolri Pimpin Upacara Sertijab Sejumlah Perwira Tinggi Polri
Presiden Luncurkan Danantara di Halaman Istana Kepresidenan, Jakarta
Nato Luncurkan Dua Inisiatif Pertahanan Udara Multinasional Baru









