Ahmadinejad dan Lebih 200 Orang Mendaftar Jadi Calon Presiden Iran

maiwanews – Mantan presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad bersama lebih dari 200 orang lainnya telah mendaftar untuk pemilihan presiden di negara itu. Selama tiga hari sejak pendaftaran dibuka secara resmi Selasa 11 Mei hingga Kamis 13 Mei, pendaftar mencapai 211 orang. Hal itu disampaikan sekretaris kantor pusat penyelenggaraan pemilu hari Kamis 13 Mei.

Selain Ahmadinejad, beberapa tokoh lainnya juga ikut mencalonkan diri, antara lain adalah mantan menteri pertahanan Hossein Dehqan, mantan komandan Pangkalan Konstruksi Khatam al-Anbia Saeed Mohammad, mantan menteri perminyakan Rostam Qassemi, mantan menteri pertanian Sadeq Khalilian, wakil ketua Parlemen Amir Hossein Qazizadeh, serta mantan menteri olahraga dan pemuda Mohammad Abbasi.

Ada juga spekulasi bahwa lebih banyak petinggi politik akan mendaftar, seperti Ketua Kehakiman Seyed Ebrahim Raeisi, mantan Ketua Parlemen Ali Larijani, dan Kepala Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) Ali Akbar Salehi.

Badan pemeriksaan telah menetapkan kriteria baru untuk pemilihan presiden ke-13 di Iran. Selain itu, batas usia untuk mencalonkan diri sebagai presiden telah dinaikkan menjadi 40, sedangkan batas usia atas untuk calon telah ditetapkan pada 75 tahun.

Para calon juga harus memiliki pengalaman melayani setidaknya selama total gabungan empat tahun dalam serangkaian jabatan politik, administratif, militer, atau akademis, seperti wakil kepala tiga cabang kekuasaan, anggota Keamanan Nasional Tertinggi. Dewan, anggota Dewan Penasihat Kemanfaatan, direktur organisasi pemerintah, komandan tertinggi Angkatan Bersenjata dengan pangkat Mayor Jenderal ke atas, gubernur provinsi, dan walikota di kota-kota padat penduduk.

Pendaftaran relawan akan berlangsung selama lima hari. Dewan akan memiliki waktu hingga 25 Mei untuk memeriksa dokumen para calon. Itu dapat memperpanjang tanggal lima hari lagi jika diperlukan. Badan pengawas kemudian akan merilis daftar final calon presiden pada 26-27 Mei.

Dijadwalkan pada 18 Juni, pemilihan presiden di Iran akan diadakan bersamaan dengan pemilihan dewan dan parlemen paruh waktu serta Majelis Ahli. Direktur Kantor Pusat Penyelenggara Pemilu mengatakan lebih dari 59.310.000 warga Iran berhak memberikan suara tahun ini. (Tasnim)