
maiwanews – Upaya menghidupkan kembali kesepakatan nuklir terancam gagal. Utusan Amerika Serikat untuk Iran Robert Malley Jumat 19 Oktober mengatakan hal itu disebabkan Iran terus meningkatkan stok uranium diperkaya menjelang negosiasi bulan ini.
Robert Malley sebagaimana dikutip VOA hari Sabtu (20/11/2021) memperingatkan langkah Iran dapat menutup peluang menghidupkan Kesepakatan Nuklir Iran 2015 atau disebut juga Rencana Aksi Komprehensif Bersama (Joint Comprehensive Plan of Action/JCPOA).
Badan Energi Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA) pekan ini mengatakan Teheran kembali meningkatkan stok urnium diperkaya. Sementara 29 November mendatang dijadwalkan pertemuan Iran dengan kekuatan utama dunia di Wina.
Dalam sebuah konferensi di Bahrain, Robert Malley menyampaikan bahwa jika Iran meneruskan langkah pengayaan uranium maka itu beresiko membuat pembicaraan terkait JCPOA tidak dapat dilanjutkan.
Kesepakatan JCPOA dicapai tahun 2015, dalam kesepakatan itu Iran menyetujui pembatasan pengembangan nuklir. Sebagai imbalan, Iran akan mendapat pelonggaran sanksi. (*)
Ledakan Dahsyat di Pelabuhan Shahid Rajaei Iran Tewaskan 25 Orang
Fatmawati Rusdi Tekankan Pendekatan Humanis Satpol PP
Tim Aju Bantuan Kemanusiaan TNI Berangkat ke Myanmar
31 Pemimpin Negara dan Perwakilan NATO Hadiri KTT Dukungan Terhadap Ukraina
Dephan AS Sepakati Kontrak Senilai $253,7 Juta ke Williams International









