
maiwanews – Serangan terhadap satu sekutu akan mendapat respon tegas dari seluruh anggota aliansi. Hal itu ditegaskan Sekjen NATO Jens Stoltenber. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers di Brussels menjelang diadakannya pertemuan para Menhan negara-negar anggota NATO.
Konferensi pers oleh Sekjen (Sekretaris Jenderal) dilakukan pada hari Selasa (15/03/2022) saat meninjau penyelenggaraan pertemuan luar biasa para Menhan (Menteri Pertahanan) Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO)
Pada kesempatan itu, Jens Stoltenber mengatakan, para Menhan NATO akan melakukan pertemuan keesokan harinya. Ia menyoroti kemitraan NATO dengan Ukraina dan dukungan kuat sekutu untuk Kyiv dalam krisis saat ini.
Ia menyebut serangan Rusia ke Ukraina sebagai invasi Presiden rusia Vladimir Putin. Serangan itu menyebabkan kehancuran dan kematian. “Selama bertahun-tahun, Sekutu NATO telah melatih puluhan ribu tentara Ukraina. Banyak dari mereka sekarang berjuang di garis depan”, ujar Jens Stoltenber.
Sekutu juga telah menyediakan sejumlah besar peralatan penting, termasuk senjata anti-tank dan pertahanan udara, pesawat nir awak (drone), amunisi, serta bahan bakar.
Ukraina memiliki hak dasar untuk membela diri sebagaimana diabadikan dalam Piagam PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa). Sekutu dan mitra NATO akan terus membantu Ukraina menegakkan hak itu, dengan menyediakan peralatan militer, serta bantuan keuangan dan kemanusiaan.
Stoltenberg menguraikan respons cepat NATO untuk melindungi semua sekutu, termasuk dengan mengaktifkan rencana pertahanan dan meningkatkan kesiapan. Saat ini pasukan dalam keadaan siaga tinggi di seluruh aliansi. 100 ribu tentara Amerika Serikat di Eropa dan sekitar 40.000 tentara di bawah komando langsung NATO.
Sebagian besar psukan NATO berada di bagian timur aliansi, didukung oleh kekuatan udara dan angkatan laut utama juga. sebagai pertahanan udara. Semua ini mengirimkan pesan bahwa serangan terhadap satu aekutu akan mendapat tanggapan tegas dari seluruh Aliansi.
Pertemuan para Menhan NATO nantinya akan membahas sejumlah langkah konkret untuk memperkuat keamanan sekutu untuk jangka panjang. Hal ini dapat mencakup kekuatan lebih banyak di bagian timur aliansi.
Langkah konkret itu termasuk juga peningkatan besar pada penempatan udara dan angkatan laut, memperkuat pertahanan udara dan rudal, memperkuat pertahanan dunia maya, dan lebih banyak lagi latihan lebih besar. Stoltenberg menggarisbawahi bahwa ini akan membutuhkan peningkatan besar dalam investasi pertahanan.
Menhan Ukraina akan berpartisipasi dalam pertemuan besok, seperti juga Georgia, Finlandia, Swedia, dan Uni Eropa. (z)
Prabowo Akan Terima Kunjungan Resmi Albanese
Semangat Kartini, Aliyah Mustika Ilham Serukan Perempuan Jadi Penggerak Perubahan
Ukraina Tuding Tentara Rusia Luncurkan Rudal Balistik Setiap Hari
14 Dirut Perusahaan Jadi Tersangka Kasus Takaran Minyakita
Wasekjen NATO ke Paris, Bahas Prioritas Aliansi









