
maiwanews – Iran dan China sepakat perlu lanjutkan konsultasi kerja sama ekonomi kedua negara serta mempercepat peyelesaian berbagai proyek. Hal itu terungkap dalam pertemuan menteri luar negeri membahas isu-isu bilateral, regional, dan internasional.
Menlu (Menteri Luar Negeri) Iran Hossein Amirabdollahian dan Menlu China Wang Yi menggelar pertemuan di sela konferensi para menteri luar negeri negara tetangga Afghanistan. Demikian dilaporkan Tasnim News Agency hari jumat (01/04/2022).
Dalam pertemuan itu, Menlu Amirabdollahian menyampaikan salam dari Presiden Iran Ebrahim Raisi kepada presiden China Xi jinping. Ia menggarisbawahi perlunya mewujudkan potensi besar kedua negara, terutama di bidang ekonomi. Mengingat dukungan kuat pejabat tinggi China dan Iran untuk kerja sama bilateral kedua negara.
Menlu Amirabdollahian juga berbicara tentang penggunaan sanksi oleh pemerintah Barat terhadap negara-negara merdeka. Ia mengatakan bahwa memerangi masalah ini penting untuk tujuan membantu stabilitas dan mencegah krisis.
Menlu Wang YI pada gilirannya menyampaikan salam hangat presiden China kepada Presiden Raisi dan menghargai partisipasi pihak Iran dalam konferensi ketiga negara-negara tetangga Afghanistan.
Menurut Menlu Wang Yi, perlu dilakukan kerja sama dan konsultasi erat antara Teheran dan Beijing untuk menjalankan pakta strategis 25 tahun mereka dan juga perlunya kerja sama di badan-badan internasional.
Kedua menteri luar negeri juga bertukar pandangan tentang perkembangan terakhir dalam pembicaraan Wina dan menggarisbawahi perlunya memerangi sanksi oleh beberapa negara Barat. (hiu)









