Kajari Berjanji akan Segera Usut Kasus Kades Manderejo

TUBAN – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tuban, Agung Dipo SH, berjanji akan memproses hukum Kepala Desa (Kades) Manderejo, Kecamatan Merakurak apabila memang terindikasi melakukan penyalahgunaan wewenang dalam pengelolaan uang negara.

Namun, sampai saat ini dia mengku belum menerima laporan dari warga masyarakat setempat tentang ulah Ali Sobri, Kades Manderejo.

‘’Saya akan mengecek dulu apakah ada laporan masuk,’’ tutur Agung Dipo yang baru menjabat setengah tahun lebih Kejari Tuban ini.

Seperti diketahui, para perangkat di desa tersebut sejak enam bulan terakhir tidak menerima honor, yang besarannya masing-masing Rp. 660 ribu tiap bulannya.

Menurut perangkat desa, sebenarnya honor tersebut telah cair sejak dua bulan lalu. Sayangnya, oleh Bendahara Usaha Desa (BUD) Manderejo, Erkamu, cek dari bank tidak langsung dicairkan dan dibagi kepada mereka yang berhak.

Tapi, cek tersebut malah diminta Kades Ali Sobri yang sejak lama berada diluar kota .

”Kalau dihitung ya hampir Rp 30 juta yang dibawa petinggi (Kades,red),” tutur Bayan Karjani.

Perangkat desa yang saat ini berharap agar honor keluar adalah Agung, Wiji, Karjimin, Martono, Nursam, Erkamu, Mujayanah, Sutarno serta Karnaji.

Informasinya, para perangkat kesulitan untuk menagih honor tersebut karena Ali Sobri jarang berada di kantor desa maupun ditempat tinggalnya. Erkamu yang selama ini menjadi tumpuan perangkat hanya bisa pasrah dan tidak bisa berbuat apa-apa selain menunggu kepulangan kadesnya.

Hal yang sama juga dialami oleh pengurus Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat. Seperti yang dikatakan ketua lembaga tersebut, Anas Nurul Yaqin, dia mengaku kalau sejak lama tidak pernah mendapat honor.

Anehnya, saat ditanyakan soal itu kades setempat, menurut Anas, pihak desa tidak punya kas sepeserpun.

”Secara resmi lembaga kami telah meminta pertanggungjawaban tapi yang tidak pernah datang pada pertemuan,”kata Anas.
Kades Ali Sobri ketika dikonfirmasi soal ini selalu tidak berada ditempat. Baik, di kantor desa maupun dirumahnya.

Kabarnya, Ali Sobri sedang ada kegiatan di luar pulau. Kondisi seperti ini juga dialami beberapa warga desa yang kecewa dan terpaksa pulang karena tidak berhasil menemui kadesnya.
”Saya sudah beberapakali ke rumah tapi selalu tidak ketemu. Padahal surat sudah saya titipkan sejak beberapa hari lalu,” tutur sejumlah warga.

Camat Merakurak, Mulyadi, ketika dikonfirmasi masalah ini mengaku kalau pihaknya telah memberikan informasi kalau dana perangkat sudah bisa diambil di bank.
”Saya sangat menyayangkan sekali kalau ternyata honor itu tidak sampai ke perangkat,” tutur Mulyadi yang selama ini juga kesulitan memanggil kades Ali Sobri.