Akibat Banjir, Tanaman Padi Dipanen Dini

Tuban – Luberan sisa banjir Bengawan Solo membuat para petani di wilayah Kecamatan Solo dan Kecamatan Rengel, Tuban, Jawa Timur, terpaksa memanen dini padinya akibat tergenang banjir kiriman dari Bojonegoro.

Banjir di kawasan Bojonegoro yang berada di perbatasan Kabupaten Tuban di sisi selatan ini memang sudah surut. Tapi, di daerah hilir justru sebaliknya. Ditambah lagi, tingginya curah hujan sejak beberapa hari terakhir telah menggenangi sedikitnya 300 ha sawah siap panen.

“Kami terpaksa memanen sebelum waktunya. Harusnya musim panen baru akan tiba sebulam mendatang. Tapi, kalau tidak dipanen sekarang akan puso. Sebab, tanaman padi yang telah berumur sekitar 60 hari, tergenang banjir semalam saja sudah rusak,” tutur Sopir, warga Desa Kanorejo, Kecamatan Rengel, Sabtu 20 Maret 2010, siang sewaktu memanen padinya yang tengah kebanjiran.

Padi yang dipanen dalam kondisi seperti itu, ungkap Sopir, jangan lagi ditanyakan berapa harga jualnya. Kalau pun laku dijual, kata dia, harganya sangat murah. Karenanya, para petani memilih mengeringkan dan disimpan untuk kebutuhan pangan.

Gabah dari hasil panen padi yang terendam banjir, seperti diungkapkan Ny. Siti Fatimah, petani warga Desa Sandingrowo, Kecamatan Soko, untuk dikonsumsi sendiri meski berasnya kehitam-hitaman dan remuk.

Sementara, Luapan air hujan yang menggenangi sendang di Dusun Lohgawe, Desa Sawahan, Kecamatan Rengel, belum juga surut kini bertambah besar dan meluas ke area persawahan di sekitarnya. Sumber air satu-satu warga sekitar itu pun kini airnya sudah merambat naik persis di belakang sekolah MI Mambaul ‘Ulum setempat serta menggenangi pula sedikitnya 6 ha sawah yang siap panen.

“Genangan banjir aibat hujan tersebut, biasanya berlangsung lebih dari satu bulan. Tapi, melihat kondisi cuaca yang terus mendung sangat mungkin air akan merambat naik. Belum lagi ancaman banjir akhir tahun dari sungai Bengawan Solo yang hampir pasti dating pada bulan-bulan Desember dan Januari,” kata Sahir, petani setempat yang nampak sibuk mengangkat disel dari area persawahannya.

Sahid mengatakan, disel yang ditempatkan di sawahnya sebagai alat Bantu menguras atau mengairi sawahnya, semalam masih belum terendam. Baru usai subuh saat dia menengok sawahnya telah terendam air.